Akting yang Sempurna

Karin dan Nayna baru saja selesai menyantap makan siang mereka. Semalam Nayna menginap di apartemennya, sesuai yang telah direncanakan. Kemungkinan Nayna akan menemani Karin sampai besok Aryan kembali.

“Koko beneran pergi buat urusan kampus, Kak?” celetuk Nayna secara tiba-tiba. Karin yang sedang meneguk minuman di gelasnya, hampir saja tersedak kala mendengar pertanyaan Nayna. Karin pun segera memasang ekspresi normal agar Nayna tidak mencurigainya.

“Koko pergi sama kak Kina ya?” tanya Nayna sebelum Karin sempat berujar. Kalimat itu lebih terdengar seperti pernyataan bagi Karin ketimbang pertanyaan.

Selama beberapa detik, Karin pun hanya terdiam. Karin berpikir bahwa Nayna pasti lebih mengenal sosok Aryan jika dibanding dengan dirinya. Tentu saja, Karin tidak mudah untuk membohongi orang yang jelas-jelas lebih tahu luar dan dalam soal Aryan.

“Oke, gini aja. Aku akan percaya koko nggak pergi sama kak Kina dengan satu syarat,” ucap Nayna disertai sebuah senyum tipis di wajahnya.

Karin tidak dapat menebak ke mana Nayna akan membawa pembicaraan ini. Terlebih lagi Karin khawatir tidak dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Nayna.

***

Dari jendela balkon apartemen yang menampilkan pemandangan di luar, langit nampak berwarna jingga ketika Karin dan Nayna mendapati ada yang datang. Tanpa disangka keduanya, sosok yang datang itu adalah Aryan. Sebelum langkah Aryan sampai di ruang tamu, Karin lebih dulu menghampiri lelaki itu.

Karin lantas berbisik di dekat Aryan, “Kak, Nayna curiga kalau kamu pergi sama Kina.”

“Koko kok udah pulang? Katanya dua hari nginepnya,” celetuk Nayna yang langsung membuat Aryan dan Karin saling melempar pandangan.

Aryan menatap Karin dengan tatapan bertanya, tapi bukannya menjawab, Karin malah meraih lengan Aryan dan memeluknya. Aryan nampak terkejut mendapati perlakuan Karin yang mendadak itu.

Setelah aksi Karin dan keterdiaman mereka, Aryan pun mengusapkan tangannya di tangan Karin yang masih setia berada di lengannya. Nayna masih menatap ke arah Aryan dan Karin, tatapannya begitu intens, dan Aryan seperti sudah paham akan situasi yang tengah terjadi.

Aryan lantas mengarahkan tatapannya pada Karin, lelaki itu menghela pinggang Karin untuk mendekat padanya, membuat tubuh keduanya hampir saja menempel. “Rencananya gue mau pulang besok, tapi karena urusannya bisa selesai lebih cepat dan gue kangen sama Karin, gue pulang sekarang. As you see, my sister,” jelas Aryan panjang lebar.

Wow, kakak dan adik ini rupanya begitu saling mengenal satu sama lain, ucap Karin dalam hati. Karin pun lumayan takjub dengan sandiwara yang dilakoni oleh Aryan.

I missed you,” ucap Aryan masih sambil mengarahkan tatapannya pada Karin. Karin pun mengulaskan senyumnya, mungkin aktingnya tidak akan sebagus Aryan, tapi ia akan mencobanya.

“Hmm … I missed you too,” balas Karin sambil menatap Aryan.

Lantas secara bersamaan, keduanya mengulaskan senyum ke arah Nayna yang rupanya sudah memasang tampang semringahnya sejak tadi. Karin pikir ini sudah berakhir, ternyata dugaannya salah. Sebelum Aryan melepaskan pelukannya di pinggang Karin, lelaki itu mendekatkan diri dan menyematkan sebuah kecupan di pelipis Karin. Sempurna. Adegan yang terjadi hari ini patut untuk meraih penghargaan akting terbaik, begitu pikir Karin.

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸

Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷