Approaching The Villain
“Pak, bubur komplitnya dua ya.”
“Dibungkus atau makan di sini Mas?”
“Makan di sini aja Pak.”
“Siap Mas, ditunggu ya.”
Setelah memesan bubur, Aryo kembali pada Tiara yang menunggunya. “Lho Sayang, belum dapet kursi?”
“Belum ada, penuh banget. Apa kita makan di mobil aja ya?” ujar Tiara.
“Katanya kamu mau makan di sini, ini kan tempat bubur favorit kamu.”
“Lain kali aja makan di sini nggak papa.”
“Permisi Bu, ada bangku lagi nggak ya? Soalnya istri saya ngidam makan bubur di sini.” Aryo bertanya pada ibu yang melayani di tempat jualan bubur itu.
“Istrinya lagi hamil ya Mas?”
“Iya, Bu. Bubur di sini kesukaan istri saya,” ujar Aryo sambil tersenyum ramah.
“Oh gitu ya, Mas. Sebentar saya carikan bangku tambahan ya.” Ibu itu tersenyum pada Aryo, lalu beranjak pergi untuk mengambilkan bangku.
Beberapa pengunjung di sana sontak menatap ke arah mereka karena mau tidak mau percakapan Aryo dengan ibu tadi terdengar. Tiara pun tidak dapat menyembunyikan semburat merah di pipinya dan senyuman yang mengembang di wajahnya.
“Kamu nih,” ujar Tiara pelan di dekat Aryo.
“Lho kenapa, Sayang?” Aryo memerhatikan wajah Tiara yang berubah kemerahan itu. Cantik sekali menurutnya. Kemudian ia paham apa yang membuat istrinya jadi bersemu di pagi hari yang cerah ini.
“Kamu malu? Masa punya suami seganteng ini malu sih?” goda Aryo dengan nada jahil.
“Kau pede banget ya.”
Aryo menaik turunkan alisnya sambil menatap Tiara dengan tatapan menggoda, “Tapi emang ganteng kan?”
***
“Aku berangkat dulu,” ucap Aryo yang sudah rapi dengan stelan formalnya. Kalau sudah begini, suaminya itu terlihat berkali lipat lebih tampan dan berwibawa. Duh, rasanya Tiara jadi nggak mau ditinggal.
“Kamu datang ke ulang tahun eyang?” tanya Tiara.
“Kamu maunya aku datang atau enggak?”
“Datengnya sama aku ya? Masa kamu dateng sendiri.”
“Nggak bisa, Sayang. Dia pasti hadir disana,” jelas Aryo.
Tiara akhirnya menurut pada suaminya itu. Ia mengatakan pada Aryo kalau suaminya tidak datang, suaminya harus mengirim hadiah ulang tahunnya untuk eyang.
“Okey, I will sent a birthday gift for grandpa.”
“Nice. Kamu hati-hati di jalan, jangan sampai telat makan di kantor.” Tiara mengambil tangan Aryo, lalu memberikan ciuman di punggung tangannya.
Sebelum pergi, Aryo berbalik lagi menuju Tiara. Ia mendekap tubuh istrinya itu lumayan erat. Tiara balas memeluk torso Aryo dengan kedua tangan yang ia satukan di balik punggung suaminya.
“Nanti aku telfon kamu. Kelas terakhir kamu jam berapa?” tanya Aryo.
“Kamu telfonnya sore aja jam 5.”
“Oke. Aku berangkat dulu ya. I love you.”
Tiara tertawa ringan, lalu mengulaskan senyumnya, “I love you too.”
***
“Pastikan hadiah saya langsung sampai ke tangan eyang,” ucap Aryo pada orang suruhannya melalui telfon.
“Baik, Pak. Apa Bapak tidak akan datang ke acara malam ini?”
“Saya tidak bisa datang. Tolong sampaikan salam saya pada beliau.”
“Akan saya akan sampaikan Pak.”
Aryo mengakhiri sambungan telfonnya dan teringat untuk menelfon Tiara. Hanya nada sambung yang didapatinya selama beberapa kali ia menelfon istrinya. Dahi pria itu menekuk. Entah kenapa, pikirannya melayang pada istrinya yang mungkin saja pergi ke acara ulang tahun eyangnya.
“Egha, tolong ke ruangan saya sekarang,” ucap Aryo melalui intercom wireless yang ada di ruangannya.
Kemunculan Egha di ruangan Aryo langsung disambut oleh tatapan selidik dari atasannya itu.
“Tolong minta beberapa bodyguard untuk mengawasi kediaman eyang saya sekarang. Kemungkinan istri saya datang ke pesta itu,” ujar Aryo. Ia lantas mengambil sebuah pistol dari laci mejanya dan dimasukkan ke dalam saku jasnya, “Kalau sampai sesuatu terjadi sama istri saya, kamu tahu kamu bertanggungjawab atas itu, kan?” Setelah mengucapkannya, Aryo bergegas meninggalkan ruangannya.
“Lapor, ada perintah dari bos. Kirim beberapa bodyguard ke kediaman keluarga Brodjohujodyo sekarang.” Egha berbicara melalui earpods wireless pada seseorang di ujung sana. Kemudian pria bertubuh kekar itu lekas beranjak untuk melaksanakan tugasnya sesuai yang diperintahkan oleh atasannya.
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷