Aryo's Love Language : Act of Service

Seisi rumah ikut merasa panik ketika mendapati perut Tiara tiba-tiba mengalami kram. Para ibu-ibu sedikit bereaksi berlebihan, maklum, mereka pernah merasakannya juga dulu.

Namun tidak di sangka-sangka, Aryo nampak tenang. Justru ialah yang menenangkan mamanya dan para tantenya yang tengah kepanikan.

Sebagai suami siaga, Aryo pun segera memapah Tiara menuju kamar dan membaringkannya perlahan di ranjang. Aryo mengambil bantal untuk di letakkan di balik punggung Tiara, berharap istrinya dapat merasa lebih baik.

Aryo lantas mengambil duduk di tepi ranjang. Tuxedo hitamnya sudah di tanggalkan, menyisakan kemeja putih membalut tubuh tegapnya.

“Masih kram, Sayang? atau udah mendingan?” tanya Aryo.

“Udah mendingan sih,” jawab Tiara.

“Aku kira kamu yang akan paling panik pas perut aku kram,” celetuk Tiara.

Aryo menautkan kedua alisnya, “Aku baca jurnal soal kehamilan. Kalau kramnya nggak terlalu lama dan cepat reda, kemungkinan nggak terjadi apa-apa. Itu gejala normal. Bisa karena tekanan darah di rahim karena kecapean,” ucap Aryo.

Tiara menatap suaminya itu dengan tatapan terpana. Rupanya Aryo benar-benar membaca buku maupun jurnal yang di berikan dokter dan beberapa ada yang mereka beli sendiri. Sampai di ruang kerja suaminya itu, ada rak khusus untuk menyimpan buku-buku tersebut.

“Sini, aku bantu usapin perut kamu,” Aryo mendekat pada Tiara. Tangan Tiara yang sebelumnya berada di atas perutnya, kini menjauh dari sana untuk membiarkan Aryo gantian melakukan usapan itu.

“Heyy bayi ... kamu anteng-anteng yaa di dalam sana. Satu rumah panik gara-gara kamu lho. Kamu gerak-gerak ya tadi di perut Mama, hmm ... ?” Dengan kedua tangannya, Aryo memberikan usapan lembut di perut bulat Tiara. Kemudian pria itu mencondongkan kepalanya dan menyematkan sebuah kecupan di sana.

“Sayang, kamu pasti pegel. Mau aku pijetin?” tawar Aryo.

“Hmm ... boleh deh,” jawab Tiara. Aryo kemudian memintanya untuk meluruskan kedua kaki.

Tiara memerhatikan dengan seksama, Aryo yang mulai memijat kakinya. Aryo kelihatan begitu sungguh-sungguh melakukannya. Ekspresi wajahnya itu jadi menggemaskan, batin Tiara.

“Enak nggak Sayang pijetan aku?” tanya Aryo.

“Enak. Tapi pelan banget, Sayang. Agak di tekan lagi nggak papa.”

“Emang terlalu pelan ya?”

“Iya. Kamu tenaganya kayak mijetin anak kecil. Aku kan orang dewasa, Sayang,” ujar Tiara dan otomatis perempuan itu tertawa.

“Aku takut terlalu kencang pijetnya. Oke, ini aku coba tambah tenaga dikit ya,” Aryo pun mencoba menambah tenaganya. Ia memijat dari betis sampai ke kaki dengan begitu telaten.

“Sayang, nah ini, enak banget pijetan kamu. Makasih yaa,” ucap Tiara diiringi dua buah eye smile yang muncul di wajahnya.

Kalimat sederhana yang diucapkan oleh Tiara itu, memiliki dampak yang begitu besar untuk Aryo. Tiara selalu menghargai hal kecil yang ia lakukan, hingga mengakibatkan jantung Aryo berdentam kencang di dalam rongga dadanya.

Are your feel better?” tanya Aryo.

Tiara mengangguk sebagai jawaban. Beberapa saat setelah Aryo memijatnya, rasa kantuk lantas menyerang Tiara. Ia pun meminta Aryo menyudahi pijatannya dan mengatakan bahwa dirinya ingin tidur.

Tiara tidak akan melupakan momen ini. Perasaan bahagia yang sederhana, diperhatikan, dan dimanja oleh orang yang ia cintai. Itu tidak ternilai harganya dan berarti sangat besar.

Tiara merasakan ranjangnya bergerak dan sebuah lengan besar tengah memeluknya dari belakang. Setelah berganti pakaian, keduanya pun memutuskan untuk tidur siang bersama.

“Ra, dedek bayi lahirnya 3 bulan lagi, kan?” tanya Aryo.

“Hmm ... yaa ... sekitar 3 bulan lebih lagi. Kalau berdasarkan perhitungan usia kandungan aku. You're look so excited about our baby,” ujar Tiara.

Yes, I did,” cetus Aryo. Pria berwajah oriental itu menampakkan senyum semringahnya, “I'm gonna be a dad and you're gonna be a mom. I think it will be wonderful.”

Did you know? I was thinked that I'll never married when I was twenty,” ujar Aryo lagi.

“Waktu itu kamu punya pacar?” Tiara meletakkan tangannya di lengan Aryo, ia memberi usapan lembut di sana.

I was. Aku selalu berpikir kalau aku bertemu orang yang tepat, tapi waktunya tidak pernah tepat,” ungkap Aryo.

“Kenapa kamu berpikir kayak gitu?” Tiara merubah posisi tubuhnya untuk menghadap Aryo. Dari sorot mata Aryo, Tiara dapat merasakan ada hal berat di masa lalu yang dialami pria itu.

“Aku terlalu takut kalau pernikahan nggak akan berarti dan nggak memberi apa-apa. Aku takut nggak bisa memberi kebahagiaan yang diinginkan oleh pasangan aku,” ujar Aryo. “Tapi aku salah besar dengan meyakini hal tersebut. A Marriage is different with a business. And I was being an asshole, Ra. Aku terlalu pengecut dan merasa hebat. Nyatanya aku tetap butuh seseorang buat dengerin ceritaku, buat berbagi sedih dan senang bersama. Aku nggak bisa menahan seseorang di sisiku tanpa memberinya komitmen. Itu bukan perbuatan yang gentle,” Aryo menjeda ucapannya. Pria itu menghela napasnya dan menghembuskannya.

“Saat skandal itu keluar, aku sempat ada pikiran untuk lari. Tapi kalau aku lakuin itu, aku akan jadi manusia paling pengecut. Mungkin aku akan kehilangan kamu dan terus kembali di lingkaran yang sama. Aku menjalin hubungan tanpa memikirkan jangka panjang dan komitmen yang harus aku berikan,” sambung Aryo.

At the end you deciced to commit. Whats make you sure to do it?”

Aryo terlihat berpikir sejenak sebelum mengutarakannya. “Aku nggak mau kehilangan seseorang yang aku sayang di dalam hidupku lagi. I got a lot of happiness in my life, but I lost a lot too.”

Tiara lantas mengulaskan senyumnya. “You did it well. Everyone have a fault in their past. Keputusan yang udah kamu ambil dan niat baik kamu untuk berubah, itu hal yang paling berarti,” tutur Tiara. “Are you happy with you life now?” Tiara menatap ke dalam iris legam Aryo.

Of course. I'm happy to be with you, Tiara. I loved to cuddle you at night, and wake up next to you. Aku senang setiap kali kamu nanyain kegiatan aku, apa yang aku rasain hari ini, dan hal kecil lainnya yang kamu lakuin untuk aku. Everything you did for me is really means a lot.” Aryo mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyum simpul. Ia telah belajar banyak hal dan pernikahan-lah yang membawanya untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Tiara meresapi setiap kalimat yang Aryo utarakan. Melihat pria yang dicintainya mengungkapkan hal yang adanya di depannya, membuat Tiara merasa begitu bahagia.

Tiara lantas mendekatkan torsonya pada Aryo untuk merengkuh pria itu ke dalam dekapannya.

“Ra, aku kepikiran sesuatu,” celetuk Aryo.

“Apa?”

“Aku ingat satu kalimat ini, tapi aku lupa sumbernya. Sampai sekarang, kalimat itu masih membekas.”

“Ohya? Kalimat itu pasti memotivasi kamu, sampai kamu nggak bisa lupain.”

Yes, and I'm believed it. Ra, kita bukan bertemu dengan orang yang benar di waktu yang salah. Tapi, orang itu memang bukan orang yang tepat buat kita. Dan kita cuma belum bertemu dengan orang yang benar.”

Tiara menautkan alisnya, “Hmm ... kalau di pikir memang alimat itu benar.”

Yes. The truth is, you never meet the right people at the wrong time. Because the right people are timeless,” ucap Aryo.

“Tiara,” Aryo menatap Tiara dalam-dalam, “Right now i've met my right people. She's very kind, smart, and beautiful. I can't never be imagine to live without her. I want give her everything I can give and make her happy,” Aryo menghela Tiara mendekat lalu menyematkan sebuah kecupan di keningnya, “I love you, Tiara,” ujar Aryo dengan nada tulusnya.

Tiara balas menatap Aryo. Senyumnya melengkung ke dalam, tanda bahwa dirinya begitu bahagia, “I've met my right people too, and I love him so much,” Tiara menjeda ucapannya, “Aryo, aku percaya kalau kamu punya jutaan kebaikan di diri kamu. Aku bangga banget waktu ngenalin kamu ke teman-temanku sebagai suamiku. You're a good husband, son, and a good dad to be. I'm lucky to being with you, and I love you more, truly.”

Comfort Place

***

Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍

Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷