Caught, Gun and Ego

Sesuai perkataan Aryo, dalam waktu 10 menit ia sudah tiba di rumahnya untuk menyelamatkan Tiara. Aryo melewati jalur tersembunyi yang memang dimiliki oleh rumahnya, setelah Egha memberi tahu titik keberadaan Tiara. Aryo mempersiapkan senjata yang dibawanya, ia memasukkan peluru berkuatan besar ke loading peluru.

Gun 1

Sesampainya Aryo di lantai 3, ia tidak bisa langsung menemui Tiara dan melawan Reynaldi begitu saja, karena aruhannya saat ini adalah keselamatan Tiara. Aryo bersumpah tidak akan membiarkan Reynaldi menyentuh istrinya seujung kukunya sekalipun.

Aryo mengamati keadaan sekitar dari posisinya saat ini. Keberadaannya tidak boleh diketahui oleh Reynaldi sampai ia berhasil sampai di dekat Tiara.

“Kamu lihat kan? Perasaan cinta cuma akan buat kamu lemah. Usaha kalian, semuanya akan sia-sia hari ini,” ujar Erlangga di hadapan Tiara. Di belakangnya, Elnino menyusul Omnya dan menyerahkan sebuah pistol ke tangannya.

Tiara menatap Reynaldi dengan tatapan nyalangnya. Rasa amarah di dalam hatinya kini telah menghancurkan segala rasa takut yang ia pikir akan menyergapnya ketika bertemu dengan Reynaldi.

“Anda salah besar. Gimana bisa Anda bicara soal cinta kalau perasaan setulus dan sesuci itu nggak pernah Anda rasakan, di dalam hati Anda,” ujar Tiara sambil pandangannya tidak lepas dari Reynaldi.

Mendengar perkataan yang dilontarkan Tiara, seketika membuat ego paling dalam milik Reynaldi tersentil.

“Hati-hati dengan apa yang kamu katakan, Tiara. Oh, tidak, Michelle.” Reynaldi menatap Tiara sambil tersenyum tipis, “Saya pastikan kamu akan menyesal karena telah membuat suami kamu melawan Om nya sendiri.”

Drop your gun now,” ujar Egha ketika melihat Reynaldi mengangkat pistolnya dan bersiap menarik pelatuknya.

I said drop your gun now,” lanjut Egha sambil matanya tidak lepas mengawasi situasi. Anak buah di belakangnya ia perintahkan untuk tidak menyerang dahulu karena kapan saja Reynaldi bisa menarik pelatuknya dan itu akan beresiko bagi Tiara.

“Om berniat membuat Aryo menyesal kan? Then do it by yourself, right know,” sapa suara bariton yang membuat Reynaldi seketika melihat ke arah sosok yang berjalan ke arahnya. Tiara, Egha dan beberapa orang yang ada di sana terkejut kala mendapati keberadaan Aryo di sana terlebih dengan tangan kosong.

“Kamu memilih menghancurkan keluarga kamu sendiri demi dia? Seharusnya orang tua kamu malu. Kamu nggak pernah jadi kebanggaan di keluarga kita,” ujar Reynaldi pada Aryo.

Aryo mengernyitkan alisnya diiringi tawa rendahnya dan dua detik setelahnya pria itu kembali ke ekspresi datarnya. “You don't even deserve to said about family with that mouth,” ujar Aryo dengan penekanan di setiap kata-katanya.

“Aryo akan pastikan Om dapatin balasan dari semua perbuatan yang telah Om lakukan,” sambung Aryo. Aryo tahu satu kelemahan dari Reynaldi, yakni sebuah fakta bahwa Om nya itu mudah disentil egonya.

Reynaldi lantas mengarahkan pistolnya ke arah Tiara, ia membidik Tiara sebagai sasaran tembaknya. Namun tepat sebelum itu terjadi, Aryo bergerak cepat untuk melindungi Tiara. Egha dan anak buahnya serempak mengarahkan senjata mereka pada pasukan Reynaldi.

Suara tembakan dari pistol Reynaldi yang begitu kencang menggelegar di seluruh penjuru lantai 3. Tiara yang berada di dekapan Aryo tidak merasakan sakit sedikit pun. Matanya melebar dan menatap Aryo di hadapannya dengan pandangan nanar bercampur khawatir.

Tiara terisak di dalam dekapan Aryo “What's on your mind? Are you crazy?” tangis Tiara pecah saat itu juga. Aryo tidak mengatakan apapun, ia mengeratkan pelukannya di torso Tiara. Satu tangan Aryo yang bebas mengambil pistol dari saku jaketnya, menarik pelatuknya dan langsung mengarahkannya pada Reynaldi.

Gun 2

Tiara menutup matanya dalam dekapan Aryo, ia hanya mendengar pria itu menembak berkali-kali sampai beberapa saat kemudian Tiara menangkap suara pecahan guci dan dinding kaca besar di lantai tiga.

Terjadi pertempuran yang engit antara tim Aryo dan Reynaldi. Tepat saat Reynaldi akan melarikan diri, tim polisi sampa di sana dan melumpuhkan langkah Reynaldi dengan menembak tepat di kaki kiri pria itu. Reynaldi terjatuh dan merintih kesakitan saat tangannya yang harus bersentuhan dengan pecahan kaca di lantai.

“Letakkan senjata Anda sekarang,” perintah salah satu polisi yang ada di sana. Mereka langsung bergerak untuk menangkap Reynaldi dan juga beberapa anak buahnya. Selain itu Elnino juga ditahan karena mendapat dugaan dalam hal membantu tersangka melakukan percobaan pembunuhan terhadap Mutiarani Ivanka Brodjohujodyo.

Rudi menemui Aryo dan Tiara. Pria itu mengatakan semua bukti telah di serahkan ke badan RESKRIM dan kasus langsung di proses menggunakan jalur hukum.

“Om, terima kasih banyak. Tanpa Om mungkin kita nggak bisa mengungkap kasus ini,” ujar Aryo pada Rudi.

“Sama-sama. Kamu juga udah berjuang sampai sejauh ini,” balas Rudi.

“Ra, i'm okey. Aku nggak kena pelurunya, aku pakai jaket anti peluru,” ujar Aryo memberitahu Tiara.

“Kenapa kamu nggak bilang? Kamu bikin aku panik tau nggak,” ujar Tiara dan seketika helaan napas panjang lolos dari bibirnya.

“Ra, ka-kamu berdarah ... ?” ujar Aryo sambil memerhatikan sebuah cairan berwarna merah mengalir di betis polos Tiara sampai ke pergelangan kakinya.

Tiara tidak menyadari rasa sakit yang mungkin saja sudah dari tadi menyerangnya. Kini saat sebuah darah mengalir membanjiri kakinya, Tiara merasakan perutnya keram dan seketika sekujur tubuhnya menegang dan merasakan sakit yang luar biasa.

***

Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍

Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷