Deep Talk


10 tahun. Waktu yang tidak sebentar unuk diarungi. Ada suka dan duka, tapi mereka rela melaluinya. Ada perayaan yang cukup besar yang Aryo buat untuk merayakan 10 tahun pernikahannya dengan Tiara.
Semalam indah sekali. Set up dinner, lampu, bunga-bunga, dan kehadiran orang-orang terdekat sekaligus tersayang membuatnya semuanya terasa lengkap.
Dimana Aryo dan Tiara berada sekarang adalah jelas bukan tempat yang ada di rumah, yang ada dua anak mereka. Aryo mengatakan ia ingin menikmati waktunya berdua dengan Tiara. Jadilah Aryan dan Nayna dititipkan ke Oma dan Opa. Kedua anaknya juga sudah besar dan bisa diberi pengertian.
Habis bagaimana, Aryo stuck mencintai Tiara. Caranya mencintai sepertinya terlihat agak berlebihan atau orang-orang seringkali menyebutnya bucin, tapi Aryo sama sekali nggak peduli soal bucin atau apalah itu.
Seseorang yang tersenyum di sebelahnya saat pagi hari adalah masih orang yang sama. Seseorang yang masih memberikan ciuman manis di paginya masihlah orang yang sama. Aryo memilih itu, hidup bersama Tiara selama ini. Selama sisa hidup yang ia miliki.
Aryo memilih wanita yang pemberani dan tangguh, maka ia harus menerima kalau wanita yang dicintainya itu kadang juga keras kepala dan punya pemikiran sendiri. Wanita tidak ada yang sempurna. Namun Tiara telah membuat hidupnya merasa sempurna dan berarti setiap sedetiknya.
Gamblang, Aryo begitu mencintai wanita ini.
Aryo memerhatikan Tiara di sampingnya, lalu ia menyematkan satu ciuman di kening perempuan itu. Mereka satu selimut berdua, di pagi yang sejuk, dengan pemandangan gedung perkotaan dari dinding kaca besar di kamar hotel ini.
“Ra ... ” panggil Aryo manja.
“Apa?” Tiara masih dengan suara lesunya menjawab. Ia selalu heran, kenapa Aryo punya seribu kekuatan untuk langsung mengumpulkan nyawanya di pagi hari.
Walaupun sudah menjadi seorang ibu, Tiara tetaplah Tiara si perempuan yang doyan tidur, ia tetap tidak bisa bangun terlalu pagi. Namun Aryo menerima itu. Justru Aryo mengatakan itu adalah menjadi kesempatan untuk bermesraan di kasur sebelum memulai hari yang padat.
“Cuma mau bilang, kamu tau kan aku sayang kamu,” ucap Aryo.
“Hmm ... aku udah tau.” Tiara nampak memanyunkan bibirnya.
“Bosen ah gombalannya gitu mulu,” lanjut Tiara lagi.
“Siapa?”
“Kamu lah. Nggak romantis,” seru Tiaa.
“Kamu maunya kayak gimana emangnya?”
Tiara pun menyipitkan matanya. “Kamu ... bener mau nurutin yang aku minta?”
“Hmm, asal jangan meminta yang itu,” peringat Aryo. Pipi Tiara seketika memerah ketika thau maksud Aryo adalah soal rencana mereka punya anak lagi.
“Jangan bahas itu Sayang, ih ... aku malu.” Tiara membalikkan badannya untuk memunggungi Aryo.
“Istri aku malu nih ceritanya? Tiara, aku emang masih sanggup kerja untuk menghidupi kamu dengan layak dan juga kedua anak kita. Bahkan sepuluh anak.”
“Terus?” ucap Tiara masih membelakangi Aryo.
“Gimana ya. Aku khawatir sama keadaan kamu, Ra,” terang Aryo.
“Kata dokter semuanya udah baik-baik aja, Aryo. Kita udah ke dokter kan kemarin, Dokter Lilian juga dokter yang sangat berpengalaman di bidangnya.”
“Aku cuma khawatir, Ra. Kamu tau itu, aku nggak bisa lihat kamu memperjuangkan antara hidup dan mati. Waktu Nayna lahir, aku lega banget waktu tahu kamu masih di dunia ini. Kita semua hampir aja kehilangan kamu,” ujar Aryo panjang lebar.
Aryo lantas menyematkan kecupan di bahu Tiara, ia memeluk tubuh istrinya dengan posesif. Rasa takut itu sedikit kembali muncul membawa Aryo pada kenangan 7 tahun lalu.
Tiara tertegun. Dadanya terasa sesak mendengar kalimat Aryo barusan. Tiara pun berbalik, ia menatap Aryo dengan pandangan berkaca-kaca dan pandangan bersalah.
“Aryo maaf aku egois,” aku Tiara.
“Hey, no problem. Emang lucu dan bahagia kalau ada anak bayi lagi di rumah kita, Ra. Tapi kalau hamil lagi membahayakan kamu, aku nggak mau mengambil resiko itu,” putus Aryo telak.
Tiara lantas mengangguk pelan. Ia akhirnya setuju akan keputusan Aryo itu. Karena suatu kondisi, untuk hamil lagi akan sulit dan cukup berat untuk dijalani oleh Tiara. Akibat infeksi yang terjadi di rahimnya setelah melahirkan Nayna, membaut Tiara sulit hamil lagi dan beresiko tinggi bagi ibu maupun calon bayinya nanti.
“Kita tunggu Aryan menikah aja dan punya anak. Nanti akan ada bayi lucu lagi di rumah ini, kan? Gimana?”
“Itu masih lama, Aryo. Aryan masih kecil, kamu nih,” Tiara tertawa sambil menggeleng-gelengkap kepalanya.
“Di usia 20 tahun, kalau Aryan mau melanjutkan perusahaan, paling enggak dia harus sudah menikah. Keputusan itu ada di tangannya, dia bisa bebas memilih,” ujar Aryo.
“Oh iya, Aryan harus menikah dulu. Eh Sayang, tapi aku belum siap jadi grandma kalau Aryan punya anak nanti. Apa usia 20 itu nggak terlalu cepat? Aku masih cantik gak kalau udah tua? Gimana dong,” Tiara panik memikirkan banyak hal di kepalanya yang tiba-tiba saja terlintas. Aryo malah tertawa.
“Kamu kenapa ketawa?” celetuk Tiara mendapati Aryo yang terbahak.
“Masih cantik kamu kok. Dimana tuanya? Masih kayak perawan gini.” Aryo menangkup wajah istrinya menggunakan kedua tangannya.
“Kalau masih perawan boleh dong, nyari perjaka?”
“Hmm ... berani kamu emangnya nyari perjaka?”
“Nggak jadi deh, habis pawangku galak. Takut.”
“Siapa pawang kamu?”
“Kamu kan pawang aku.”
“Sayang nggak sama pawangnya kamu?”
“Nanti terbang ah orangnya. Tiap hari minta bilang sayang mulu. Dua puluh tahun nggak cukup nempel kamu terus, hmm?”
“Nggak cukup.” Aryo mendekap tubuh Tiara halus. Tiara merasakan udara dingin yang sebelumnya ia rasakan kini telah berubah menjadi hangat. Tiara menyandarkan kepalanya di bahu Aryo dengan tangan yang membalas mendekap torso suaminya.
Tiara melihat Aryo memejamkan matanya.
“Aryo,” ujar Tiara pelan di dekat suaminya.
“Kenapa Sayang? Aku tidur lagi dulu ya?”
“Kamu masih nyimpen yang di kantong celana kamu nggak?”
“Apa yang di kantong?”
“Yang warna ungu, rasa blueberry.”
Seketika mata Aryo kembali terbuka. Ia mendapati Tiara tersenyum jahil tapi sekaligus sangat manis di hadapannya.
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷