Feeling to Someone

Tiara merasa rindu dengan keluarga dan rumahnya. Selain perasaan rindunya tersebut, Tiara mengatakan pada Aryo bahwa ia ingin mengambil beberapa barangnya yang masih tertinggal di rumah.

Ketika sampai di rumahnya, Tiara mendapati kedua adiknya di ruang tamu sedang mengerjakan tugas sekolah. Ketika mereka menyadari kehadirannya, mereka langsung menghambur pada Tiara untuk memeluknya.

“Kakak, I miss you!” seru Kelvin ketika pelukan mereka terurai. Mata adiknya itu lalu menuju pada sosok jangkung di belakang Tiara.

“Kak Aryo ikut ke sini? Tapi kan di rumah ini nggak ada kamar lagi. Kak Aryo nanti tidurnya dimana?” tanya Kelvin dengan polosnya.

“Kakak tidur di kamarnya Kak Tiara,” ucap Aryo sambil mengulaskan senyumnya pada Kelvin.

“Tidur berdua dong?” tanya bocah laki-laki itu lagi.

“Iya,” jawaban Aryo itu seketika membuat Tiara mengarahkan tatapan mematikannya kepada Aryo.

Kemudian kehadiran bundanya dari kamar menginterupsi pembicaraan mereka. Chelsea juga terlihat senang akan kedatangan Tiara dan menanyakan apakah kakaknya itu menginap atau hanya sekedar berkunjung.

“Kakak mau nginep di sini karena kangen banget sama kalian. Kalian seneng nggak?” tanya Tiara pada kedua adiknya.

“Kamu mau nginep, Tiara?” tanya bundanya.

“Iya, Bunda. Tiara udah izin sama Aryo kok,” jelas Tiara.

“Ohh, gitu. Tapi nanti Aryo siapa yang ngurus waktu kamu nginep disini?” tanya Alifia lagi.

Suasananya menjadi canggung karena ucapan bunda. Lantas Tiara meminta Aryo mengajak kedua adiknya bermain di halaman rumah setelah Aryo menyalami tangan mertuanya itu.

“Tiara nikah terlalu cepat dan semua ini rasanya mendadak buat Tiara. Tiara tetep menghormati Aryo sebagai suami Tiara dan Tiara nggak akan nginep kalau Aryo nggak ngasih izin,” jelas Tiara seolah mengerti kekhawatiran Alifia.

“Emangnya Bunda tidak kangen sama Tiara ya?” sambung Tiara lagi.

Alifia menggelengkan kepalanya lalu wanita itu mengusap kepala Tiara dan menatapnya penuh kasih sayang.

“Mana mungkin, Bunda nggak kangen kamu. Berat rasanya ngelepas kamu untuk nikah secepat ini. Bunda kangen kamu setiap hari, Tiara. Kamu sama Aryo baik-baik aja kan?”

“Kalau istri pulang ke rumah orang tuanya, apa artinya suami dan istri lagi nggak baik-baik aja, Bun?”

“Bunda cuma agak khawatir sama pernikahan kalian. Walaupun Bunda sempet takut pas ngelepas kamu nikah, tapi Bunda bahagia sekarang ngeliat ada yang jagain kamu. Ayah sama Bunda rasanya lega udah berhasil menjaga dan membesarkan kamu, Nak.”

***

Sebelum Aryo pulang dari rumahnya, Andi dan Alifia memintanya untuk makan malam bersama terlebih dahulu. Tiara mengambilkan piring untuk Aryo dan mengisinya dengan nasi beserta lauk pauknya.

“Kak Aryo, kakak nggak boleh tidur di kamar Kak Tiara,” celetuk Kelvin yang duduk di samping kiri Aryo. Adik lelakinya dan Aryo terlihat lebih dekat dengan Aryo dari pada sebelum saat Tiara baru saja menikahi pria itu.

Tiara yang duduk di samping kanan Aryo meminta penjelasan pada Aryo tentang Kelvin yang masih mengingat topik bahasan itu. Tiara tahu adiknya itu sangat pintar untuk seusianya, namun orang dewasa tentu lebih pintar untuk mengkompori anak kecil.

Andi dan Alifia di depan mereka saling bertatapan kemudian tertawa kecil.

“Kelvin, sayang. Nggak boleh bicara begitu ya,” ujar Andi.

“Yang Chelsea tahu, suami dan istri emang harus tidur berdua. Kayak Ayah sama Bunda, kan? Jadi Kak Aryo dan Kak Tiara juga tidur berdua,” ujar Chelsea.

Kelvin terlihat mem-pouty kan bibirnya setelah mendengar ujaran dari Chelsea itu.

“Kakak nggak boleh tidur sama Kak Tiara, karena Kakak udah janji mau ajarin Kelvin main game. Jadi tidurnya di kamar Kelvin aja,” pinta Kelvin.

Semua orang yang ada di meja makan menjadi terkejut. Rupanya Kelvin yang biasanya selalu posesif dengan Tiara kini beralih posesif pada Aryo.

“Kelvin, Kak Aryo nggak bisa nginep di sini,” ujar Tiara.

“Kenapa?” sahut Kelvin cepat. Rona wajah anak itu memerah dan sedetik setelahnya ia mengeluarkan jurus andalannya, yaitu menangis. Kelvin tidak mau tenang bahkan ketika bundanya yang turun tangan. Tiara akhirnya meminta tolong Aryo untuk menenangkan adiknya itu. Kelvin maunya di gendong oleh Aryo untuk ke kamarnya. Tiara menghembuskan napas lega saat Kelvin mulai tenang dan Aryo membawanya ke kamar, padahal adiknya itu tadi sempat tantrum.

“Tiara, kamu ini suka usil sama adikmu sih,” ujar Andi. Tiara menatap ayahnya, “Bukan gitu Ayah, Aryo emang nggak bisa nginep di sini. Dia ada kerjaan kantor yang harus diselesaiin,” jelas Tiara. “Setelah Kama tenang dan tidur, kamu anterin makanan untuk Aryo. Kasihan dia nggak jadi makan,” ucap Alifia dan Tiara mengiyakan.

***

Kedua tangan kecil Kelvin memeluk leher Aryo sementara pria itu setia menimang anak itu digendongannya, memastikan bocah lima tahun itu telah tertidur pulas.

Aryo menyadari kehadiran Tiara di ambang pintu dengan membawa piring berisi makanan.

“Lo makan dulu. Lo bisa taro Kelvin aja di kasurnya,” tutur Tiara.

“Nanti dia bangun Ra.”

“Iya juga sih. Kalau dia bangun, lo nanti malah nggak bisa pulang. By the way, makasih ya udah mau direpotin sama Kelvin,” ucap Tiara kemudian ia meletakkan piring makanan untuk Aryo di nakas samping tempat tidur.

Selang sepuluh menit kemudian, rupanya Kelvin bersikap baik ketika Aryo meletakkannya. Anak lelaki itu anteng dalam tidurnya dan tidak menampakkan tanda-tanda akan menangis lagi.

“Tiara,” panggil Aryo.

“Ya?”

“Jaga diri lo selama di sini.”

Tiara mengangguk mengiyakan.

“Boleh gue tanya sesuatu sebelum sebelum lo pulang dari sini?” tanya Tiara.

“Tanya aja.”

“Dalam perjanjian, apa masing-masing pihak dibolehin untuk punya hubungan sama lawan jenis selama masih menikah?”

You have someone?” Aryo justru memberikannya pertanyaan balik.

Not yet. How about you?

“Kita nggak akan pernah tau perasaan seseorang kedepannya. Kalau suatu hari, perasaan itu muncul kepada siapapun itu, gue nggak bisa menolaknya. Begitupun lo, Tiara. Lo boleh memilih itu, selama keluarga nggak akan tau.”

Oke, I got your answer.”

***

Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍

Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷