Finds Out
Apartemen Kina yang luas memungkinkan tempat tersebut disulap menjadi tempat pesta yang meriah. Kina mengundang sekitar 20 orang temannya untuk datang ke pesta yang ia adakan malam ini.
Makanan dan minuman, lampu-lampu, serta musik keras dari seorang DJ membuat tempat itu nampak seperti bar sungguhan. Beberapa teman Kina yang datang bersama kekasih mereka, tengah berdansa bersama mengikuti alunan musik di lantai dansa. Seperti yang sudah tidak asing lagi di kota-kota besar, berbagai kejadian dapat terjadi di sebuah pesta yang biasanya diisi oleh anak-anak muda tersebut.
“Sayang, kamu mau minum apa?” tanya Kina pada Aryan. Di salah satu meja, kini Kina tengah duduk di samping Aryan. Hampir tidak ada jarak di antara mereka. Pemandangan yang dapat dilihat Aryan di depan matanya adalah beberapa sahabat Kina yang tengah asyik bercumbu bersama kekasih mereka.
“Vodka, champagne atau apa pun yang kamu mau. You can tell me what you want,” sambung Kina sembari mengusapkan tangannya dengan pelan di pipi Aryan.
“Kina,” ucap Aryan sambil menghela dagu Kina agar perempuan itu menatapnya.
“Yes?”
“I won’t drink. I just want you,” ucap Aryan.
Mendengar ucapan Aryan tersebut, sebuah senyum lantas tersungging di bibir Kina. “Are you sure? Hmm … okey. We can have this night, only for us, Baby,” bisik Kina dengan nada sensual setelah mencondongkan tubuhnya lebih dekat kepada Aryan.
“Oke. Can I ask you something before?” tanya Aryan.
“Sure. Kamu boleh minta apa pun sama aku,” ucap Kina lantas menyematkan kecupan lembut di pipi Aryan.
***
Sesuai yang diminta oleh Aryan, saat ini Kina berada di kamarnya bersama dua orang sahabatnya untuk mengambil sesuatu. Kina membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah lingerie sutra berwarna merah dari sana.
Kina menunjukkan pakaian tersebut kepada Vivian dan Pricilla. “How do you think about this?” tanya Kina.
“Looks so nice, Bestie. Ini bagus banget. Gue jamin malam ini lo akan dapetin Aryan seutuhnya,” ujar Pricil.
“Good job, Kin. Oh wait, gimana minumannya? Aryan udah minum yang lo tawarin?” tanya Vivian yang sontak membuat Kina beralih menatap sahabatnya yang satu itu.
“Not yet. Tapi kayak yang Pricil bilang, dengan atau tanpa minuman itu, I will definitely make him mine tonight,” ujar Kina dengan nada percaya dirinya.
“You’re the best, Kina. Lo beruntung banget sih bisa mendapatkan Aryan,” cetus Pricil.
“You know, hampir semua perempuan di kampus kita mendambakan gimana rasanya jadi pacar Aryan Sakha. He have everything in his life. Good looking, rich parents, nice car, big house. Oh my god, he’s totally have everything.” Vivian menimpali diiringi tawa kecilnya.
“Sure, I'm the luckiest,” Kina menjeda ucapannya sesaat. Matanya memicing kala mengingat takdir yang berjalan tidak sesuai keinginannya, yang membuat hampir semua mimpinya menjadi berantakan. Kina lantas berdeham kecil, lalu ia kembali berujar. “Seharusnya gue yang menikah sama Aryan, tapi semuanya berantakan sejak perempuan itu datang. But tke a note, gue nggak akan biarin Aryan ninggalin gue. Kalian bisa pegang omongan gue,” ujar Kina sambil tersenyum penuh arti.
Pembicaraan ketiganya pun seketika terhenti begitu terdengar sebuah ketukan di pintu kamar. Vivian dan Pricil tersenyum penuh arti kepada Kina karena menebak sosok yang tengah berada di depan kamar adalah Aryan.
Benar saja, begitu Kina membuka pintunya, ia mendapati Aryan berada di sana. Kina lantas meminta dua sahabatnya untuk melenggang dari kamarnya. Sepeninggalan Vivian dan Pricil dari kamarnya, Kina pun membuka pintunya lebih lebar dan mempersilakan Aryan untuk masuk.
Setelah menutup pintu kamarnya, Kina melangkahkan kakinya menuju Aryan. Aryan sudah mengambil tempat di sisi ranjang queen size di kamar itu. Kina yang sudah berada di hadapannya pun langsung menempatkan lengannya di kedua pundak Aryan.
“Kina, I want to ask you something. Are you happy ... to be with me?” tanya Aryan sambil menatap Kina tepat diiris matanya.
Tanpa babibu, Kina menjawabnya dengan sangat lugas, “Of course Baby, I’m happy to be with you. Kenapa tiba-tiba kamu nanya gitu?”
Aryan pun menggeleng sekilas. “No, you’re not happy to be with me, Shakina.”
“Maksud kamu? Aku bahagia bisa sama kamu, Aryan. Dua tahun kita pacaran, kamu masih nanya aku bahagia apa engga sama kamu. Really?”
Aryan lantas menyunggingkan senyum smirk-nya sesaat sebelum wajahnya kembali berekspresi datar. Aryan menatap Kina lurus tepat di matanya dan berujar, “Dua tahun, aku coba mewujudkan kehidupan yang sempurna untuk kamu, tapi semua itu tetap nggak membuat kamu merasa cukup, Kina. You’re just obsessed with me, you’re not purely loved me. Tujuan kamu bersama aku hanya untuk membuat kamu merasa beruntung di antara teman-teman kamu. Is it true, right?”
Ucapan Aryan dan tatapannya yang berbeda itu membuat Kina seketika terdiam. Masih belum cukup rupanya, Aryan kembali meminta Kina untuk mendengarkannya baik-baik. “Aku terlalu mencintai kamu, sampai aku nggak bisa melihat dan lupa untuk merasakan seseorang yang benar-benar mencintai aku dengan tulus.”
Aryan terlalu memperlakukan Shakina dengan sempurna, sampai dirinya tidak sadar dan lupa mementingkan soal apa yang sebenarnya ia butuhkan dari sebuah hubungan.
Aryan menatap Kina dengan tatapan intensnya, lelaki itu berdeham sebelum kembali berujar, “Kina, we are break up right now. I want to ended up everything with you.” Setelah mengatakannya, Aryan bergerak menghela tubuh Kina agar menjauh darinya. Aryan hendak melenggang dari sana, tapi Kina dengan cepat menahannya.
“We can’t break up, Aryan. You have to know that I really loves you. Kamu meragukan aku? Setelah dua tahun kita bareng. Apa semudah ini kita berakhir? Apa kamu punya perempuan lain?” Kina mengajukan pertanyaan beruntun tersebut kepada Aryan.
Mendengar semuanya, Aryan pun melayangkan tatapan marahnya kepada Kina. “Kamu sebaiknya hati-hati sama apa yang kamu ucapkan, Kina,” ucap Aryan. Aryan menghela napasnya, lalu menghembuskannya secara kasar. Aryan berusaha menahan emosinya, sambil masih menatap tajam ke arah Kina, ia berujar, “Dua tahun memang waktu yang lama, tapi itu nggak bisa jadi jaminan kalau seseorang bisa tulus mencintai. Di antara aku dan kamu, sekarang semuanya udah berakhir,” ucap Aryan dengan penekanan di setiap kata-katanya.
Setelah berhasil melepaskan pegangan Kina di lengannya, Aryan lekas berbalik dan berjalan menuju pintu. Ketika Aryan hendak meraih knop pintu, aksi Aryan itu tertahan berkat kalimat yang Kina lontarkan. “Kamu bisa pergi dari sini, Aryan. Tapi satu hal yang kamu harus tau. Aku nggak akan biarin kamu pergi dari hidupku. Aku akan buat kamu kembali, apa pun itu caranya.”
***
Jika Aryan mengatakan bahwa dirinya tidak hancur, maka itu adalah sebuah kebohongan. Aryan mencintai Kina, perasaannya pun masih tertinggal dan tidak mudah untuk dihapuskan begitu saja, tapi kini hatinya terlalu sakit karena rasa cinta itu sendiri.
Dua tahun menjalin hubungan dan Aryan mencoba untuk memberikan segalanya untuk Shakina, tapi sebuah kenyataan telah menjatuhkan Aryan ke dalam jurang yang begitu dalam. Aryan kecewa pada Kina dan merasa bahwa dirinya tidak berharga bagi Kina. Kina ingin bersamanya karena apa yang Aryan miliki, bukan karena itu dirinya. Waktu, cinta, perhatian, semua yang Aryan berikan nyatanya tidak cukup bagi Kina. Kina sampai rela melakukan perbuatan di luar nalar untuk memenuhi kebahagiannya sendiri. Aryan pikir dirinya cukup untuk Kina, tapi nyatanya tidak.
Semalam Aryan mengingkari perkataannya kepada Karin. Aryan tidak pulang ke apartemen. Ia terlalu kacau dan membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Esok paginya saat Aryan membuka pintu apartemennya, ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Karin di sana.
“Karin,” panggil Aryan sembari menyisiri setiap sudut apartemen. Sampai ke atas kamar pun, Aryan hanya disambut oleh udara kosong.
Begitu Aryan akan pergi meninggalkan apartemennya untuk menemukan Karin, sebuah sticky note kecil di meja makan membuat Aryan meliriknya. Aryan mengambil kertas berwarna biru pastel tersebut dan membacanya.
Di sana tertulis bahwa Karin menunggunya pulang semalam. Pagi ini Karin yakin bahwa Aryan akan pulang. Namun Karin harus berangkat ke kampus karena ada kelas pagi, jadi ia menulis sebuah note pada Aryan. Seusai membacanya, pikiran Aryan pun melayang pada kemungkinan yang mungkin dapat terjadi. Aryan mengingat kata-kata yang Kina ucapkan padanya semalam. Aryan curiga bahwa Kina tidak akan diam begitu saja. Kina sangat berpotensi melakukan sesuatu pada Karin dan mungkin dapat lebih parah dari kejadian di acara awards malam itu.
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷