I'm Totally Yours

Seorang pria berusia 56 tahun menatap ke arah pemandangan gedung-gedung perkotaan dan langit malam melalui kaca besar di ruang kerjanya. Ia berbalik dan menatap sosok keponakannya yang mengatakan ingin menemuinya di ruangannya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat Aryo sama Om, Aryo minta untuk tidak libatkan apapun urusan perusahaan dengan istri Aryo,” ucap Aryo pada omnya itu. Siang ini Aryo memutuskan mengunjungi ruangan Reynaldi. Atas penyelidikan yang dilakukan anak buahnya, Aryo mendapat informasi bahwa omnya itu adalah oknum yang selama ini telah memata-matainya. Reynaldi yang mengintainya dan menyuruh orang untuk mengirim fotonya dengan Tiara di apartemen malam itu. Reynaldi juga yang meminta media untuk merekayasa berita skandal tersebut.

Beberapa kali anak buah Aryo mendapati bahwa keamanan rumahnya hampir di sabotase dan semua itu adalah perbuatan omnya.

Reynaldi Brodjohujodyo balas menatap salah satu keponakannya yang akan mewarisi perusahaan Harapan Jaya. “Sebagai calon pewaris, harusnya kamu tau resiko yang harus kamu hadapi, untuk menduduki posisi itu. Di keluarga kita, selalu di tanamkan satu hal,” Reynaldi menjeda ucapannya, “Kamu harus berjuang untuk mendapatkan yang kamu inginkan, sekalipun taruhannya adalah orang yang paling kamu sayangi,” sambungnya.

“Aryo memang belajar banyak dari Om soal bisnis. Karena itu, awalnya Aryo sangat menghargai Om dan berterima kasih untuk itu,” Aryo menyungingkan senyum tipisnya. Pria itu sedikit berdeham sebelum kembali berbicara. “Tapi ada satu hal yang perlu Om tahu. Aryo nggak akan belajar dari Om tentang mengorbankan orang yang disayang, hanya untuk mendapatkan posisi tersebut,” ujar sambil menatap Reynaldi dengan tatapan sarkastiknya.

Reynaldi menatap Aryo dengan rahangnya yang mengeras. Di bawah sana, kedua tangannya mengepal dan ia hampir tidak dapat menahan emosinya, mendapati keponakannya mulai mengibarkan bendera perang terhadapnya.

Aryo menatap Reynaldi tepat di matanya, “Don’t ever think you can touch my wife,” tukas Aryo sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

***

Tiara terbangun dan mendapati sebuah lengan kekar merengkuh pinggangnya. Ia mengerjap dan mengusap kedua matanya untuk memastikan bahwa ini bukan khayalan atau pun mimpi. Tiara menghembuskan napas panjangnya, setelah memastikan suaminya ada di hadapannya dalam kondisi baik-baik saja.

Tidak berapa lama setelah Tiara memandangi wajah tidur suaminya, Aryo pun membuka matanya.

“Aku mau marah dulu sama kamu,” ucap Tiara. Ia telah mengetahui semuanya dari Erza dan Egha mengenai oknum yang kontra terhadap suaminya dan selama ini mereka telah di mata-matai.

“Aku tahu, kamu akan marah. Maaf yaa, nutupin semuanya dari kamu. Hari pemilihan semakin dekat, semuanya terjadi gitu aja. Aku nggak mau buat kamu khawatir, Ra,” jelas Aryo.

Tiara membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Aryo. Aryo yang nyawanya belum terkumpul sepenuhnya itu, hanya bisa membiarkan Tiara marah padanya. Ia sudah meminta maaf dan menjelaskan alasannya, lelaki sejati sudah sepantasnya melakukan itu.

Tiara menyadari apa yang dilakukan Aryo untuk melindunginya, tapi perasaannya masih terluka karena Aryo tidak menceritakan apapun padanya. Pria itu memilih menanggung semuanya sendiri tanpa melibatkan Tiara sama sekali.

“Ra, aku harus nerima laporan dari Egha soal kejadian kemarin. Kamu boleh marah, kalau masih mau marah sama aku. Tapi aku harap, kamu marahnya nggak lama-lama.” Setelah mengatakannya, Aryo bergegas keluar dari kamar.

***

“Kemungkinan besar, Reynaldi akan menggunakan istri anda untuk menjatuhkan Anda, Tuan. Hari pemilihan sudah dekat, dan Reynaldi ada di pihak El,” ucap Egha.

“Saya mau liat dulu hasil CCTV di mobil kemarin. Sejauh apa mereka berani menyentuh istri saya,” ucap Aryo.

“Baik, Tuan.”

Layar besar di hadapan Aryo pun menyala dan menunjukkan rekaman CCTV dari dalam mobil dan luar mobil yang kemarin sengaja di pasang di sana. Video itu memperlihatkan kejadian kemarin yang dialami oleh istrinya. Mobilnya di tembaki dari arah belakang, lalu berlanjut dari arah kanan dan kiri. Kemudian sebuah motor berhenti menghadang mobil dan istrinya memilih turun dari sana dan menaiki motor tersebut.

“Langkah apa selanjutnya yang harus kita ambil, Tuan?” tanya Egha.

“Saat ini fokus utama saya adalah keselamatan Tiara. Hari ini tolong tambah jumlah bodyguard di seluruh area rumah. Saya ingin mengajak istri saya naik heli dan berkuda. Pastiin nggak ada yang mengganggu kegiatan saya dan istri saya.” Perintah Aryo pada Egha.

***

Kali ini Aryo beruntung karena Tiara tidak mengunci pintunya. Ketika memasuki kamar, Aryo mendapati Tiara sudah mandi dan berdandan cantik sekali.

“Aku punya syarat biar aku maafin kamu,” ucap Tiara yang fokus menatap pantulan dirinya di cermin rias, seolah tidak memedulikan eksistensi Aryo di sana. Tiara mengambil sebuah parfum di botol berwarna hitam legam, lalu menyemprotkannya di area tengkuk dan pergelangan tangannya. Seketika Aryo dapat menghirup aroma vanilla dan coklat yang manis dan lembut yang menguar dari tubuh Tiara.

Aryo mendekati istrinya itu, ia hendak merengkuh tubuhnya dari belakang, tapi Tiara dengan cepat menghindar dan membuat Aryo memasang eskpresi masam di wajahnya.

“Apa syaratnya? Jangan yang aneh-aneh okeey,” ucap Aryo dengan nada memohon.

“Syaratnya nggak aneh kok. Soal perjanjian pernikahan kita, aku mau batalin perjanjian itu. Bisa?” tanya Tiara yang langsung membuat alis Aryo menyatu. Namun setelahnya pria itu justru tersenyum semringah.

“Kenapa kamu milih itu sebagai syarat?” tanya Aryo.

Because I wanna spend my life with you.” Kalimat itu lolos begitu saja dari bibirnya. Tiara mengucapkannya dari hatinya yang terdalam. Saat Tiara berdiri dan berbalik, ia mendapati Aryo berada tepat di belakangnya, mengambil kursi dan hanya duduk menatapnya. “Gimana? Kita sepakat?” tanya Tiara.

Dengan cepat Aryo mengangguk, “Oke, kita sepakat.”

Aryo memperhatikan penampilan istrinya yang sangat cantik hari ini.

“Kamu cantik banget hari ini,” ujar Aryo.

“Hari ini doang?”

“Setiap hari kamu cantik.” Lengan Aryo bergerak menarik pinggang Tiara untuk memangkas jarak mereka. Tiara berhasil berada di dekapan Aryo dan satu tangan Tiara berada di pundak pria itu.

“Kamu cemburu nggak kalau tau Akmal yang kemarin nolongin aku?”

“Aku udah tau dari rekaman CCTV di mobil kemarin. Selama kamu selamat dan baik-baik aja, aku nggak masalah siapa yang nolong kamu.”

Tiara mengerucutkan bibirnya. “Aku kira kamu cemburu. Ohiya, aku akhirnya tau kalau Akmal punya perasaan buat aku. He’s confess it after five years.

“Terus kamu jawab apa?” tanya Aryo.

I said to him that I love you. Aku nggak bisa balas perasaan dia.” Tiara menjeda ucapannya. “He’s my best boy friend in my entire life. He will always have a place in my heart, you know.

“Kalau aku?”

“Apa?” Tiara nampak tidak mengerti akan pertanyaan Aryo.

I love you Tiara.” ucap Aryo ketika Tiara memasang tampang bingungnya.

Are you jealous?” cetus Tiara ketika sadar arah pembicaraan mereka.

A little bit. He has his own place in your heart.

Tiara tertawa dan menatap prianya itu dengan tatapan gemas. “I’m totally yours. Kamu dan dia punya tempat yang berbeda di hati aku. Kamu nggak perlu cemburu sama Akmal. Okeey ... ?”

Tanpa bisa ditahan, sebuah senyum lebar mengembang di wajah Aryo. Ia menghela lengan Tiara untuk melingkari bahunya. “Thank you for being in this world, Tiara. Aku bersyukur punya kamu di hidup aku.”

***

Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍

Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷