Kasih Sayang Seorang Ayah
Aryan menemukan Nayna dan Leon ketika ia sampai di depan ruang rawat. Leon mengatakan bahwa ia sudah mengabari Syerin, kakaknya Karin. Namun Syerin sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaannya. Jadi Syerin meminta Mbak Fitri, asistennya, untuk membantu menjaga Karin selama berada di rumah sakit.
“Ko, gue udah telfon papa sama mama. Mereka dalam perjalanan ke sini,” ujar Nayna pada Aryan.
Leon melihat Aryan hanya terdiam, lantas ia mendekatinya, “Aryan, lo boleh masuk untuk lihat kondisinya Karin.” Mendapati sahabatnya tampak kalut, Leon pun menyusul langkah Aryan menuju kursi panjang di depan ruang rawat. Leon ikut duduk di samping Aryan, kemudian lelaki itu menepuk pelan pundak sahabatnya.
“Lo masuk dulu sana, Karin dan anaknya butuh lo,” saran Leon. Aryan lantas mengangkat wajahnya yang sebelumnya tertunduk dan ia menatap ke arah Leon.
Leon dapat melihat penyesalan yang sangat dalam dari sorot mata Aryan. Leon menghela napasnya dan menghembuskannya, “It's oke to ruin something. We always made a mess, Bro. Tapi lo harus tau apa yang lebih penting selanjutnya. Lo jangan terlalu larut sama penyesalan. Penyesalan cuma akan bikin kehilangan lebih banyak dan lo nggak akan tau kapan itu terjadi.”
***
Ketika Aryan memasuki ruang rawat Karin, ia mendapati Karin masih memejamkan matanya. Sebelum Aryan datang, Karin berada di ruang UGD dan tengah berjuang menghadapi rasa sakit untuk mempertahankan bayi di kandungannya. Saat ini Karin sudah dipindahkan ke ruang rawat dan keadaannya akan rutin dipantau oleh dokter maupun perawat.

Aryan menarik kursi di samping ranjang Karin dan duduk di sana. Ia melayangkan tatapannya pada paras tertidur Karin. Seperti yang di katakan oleh Leon, saat ini Aryan merasa sangat bersalah dan menyesal. Perbuatannya terhadap Karin tempo hari hampir saja mengakibatkan keduanya kehilangan calon anak mereka.
Beberapa jam yang lalu, Karin yang harus merasakan rasa sakit itu. Kini giliran Aryan yang merasakannya. Jantungnya seperti mendapat pukulan yang kuat hingga membuat dadanya terasa begitu sesak. Aryan pun sadar bahwa ia begitu menyayangi calon anaknya. Ia tidak ingin kehilangan anaknya dan tidak bisa membayangkan bagaimana Karin melalui semuanya sendiri.
Di tengah-tengah pikiran kacau Aryan, perlahan-lahan Karin mulai membuka kelopak matanya. Karin nampak sedikit terkejut mendapati keberadaan Aryan di sampingnya.
Karin pun mengalihkan tatapannya dari Aryan ke arah lain. Rasanya hati Karin rasanya begitu sakit saat melihat Aryan, ia berusaha menahan agar tangisnya tidak pecah.
Beberapa saat kemudian, Karin akhirnya membuka suaranya. Karin bertanya dengan nada dinginnya, “Gimana kondisi bayinya?” Karin berusaha menatap Aryan, meskipun itu terasa sulit, tapi ia tidak ingin ego lebih menguasai dirinya.
“Aku belum ngomong sama dokternya untuk tau detailnya. Tapi dia ... maksud aku, bayinya baik-baik aja,” jelas Aryan, nada suaranya sedikit bergetar dan tutur katanya berantakan.
Tidak lama setelah percakapan singkat Aryan dan Karin, terdengar ketukan di pintu sebanyak dua kali. Aryan pun bergegas untuk membuka pintunya dan mendapati papa dan mamanya berada di sana.
Mamanya melemparkan tatapan khawatir sekaligus bertanya pada Aryan soal kondisi Karin dan bayinya. Aryan pun menjelaskan bahwa calon anaknya baik-baik saja. Untungnya Karin cepat dibawa ke UGD, kalau tidak, mungkin mereka sudah kehilangan nyawa kecil itu.
Setelah lega mendengar penurutan Aryan, mamanya pun segera menemui Karin. Tiara mendapati perempuan yang tengah mengandung cucunya itu nampak sedikit canggung ketika melihatnya di pertemuan pertama mereka.
“Karin, maaf ya. Tante baru sempat menemui kamu,” ujar Tiara sembari menatap Karin. Tatapan lembut dan keibuannya itu perlahan membuat Karin merasa nyaman dan tidak terlalu canggung lagi.
“Nggak papa, Tante,” balas Karin sambil menyunggingkan senyum kecilnya.
Aryan mengarahkan tatapannya pada papanya sebelum berujar, “Pah, Aryan boleh minta tolong sesuatu sama Papa?”
Karin memperhatikan interaksi antara Aryan dan papanya. Terlihat dari tatapan pria kisaran usia 40 tahunan itu, ada kekecewaan yang begitu jelas terpancar. Namun bagaimana pun, seorang ayah tetap menjadi tempat bersandar dan meminta pertolongan bagi anak lelakinya.
“Kamu mau minta tolong apa?” tanya Aryo pada Aryan beberapa detik kemudian.
“Sekarang di lobi banyak media sama wartawan. Mereka berusaha masuk untuk dapat bahan berita soal Karin. Aryan boleh minta tolong sama Papa untuk ngirim bodyguard kesini? Untuk jaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang nggak diinginkan,” jelas Aryan.
Selesai Aryan dengan penjelasannya, papanya itu pun segera menganggukinya. “Oke. Papa akan bantu kamu,” putus Aryo.
“Terima kasih, Pah.” Dari tatapan mata Aryan, nampak sebuah kebahagiaan kecil di sana. Rupanya papanya masih begitu peduli, pikirnya. Meskipun mungkin ini bukan ditujukan langsung untuknya, tapi terlihat jelas bahwa rasa sayang seorang ayah terhadap anaknya tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja.
***
Tidak lama setelah kedua orang tua Aryan dan adiknya perempuannya pamit pulang, Karin mendapati Rey datang ke ruang rawatnya. Rey tadinya ingin menginap untuk menjaga Karin, tapi Karin mengatakan bahwa lelaki itu tidak perlu menginap. Mbak Fitri akan menemaninya selama Karin di rawat dan itu cukup baginya.
Aryan masih berada di sana saat Rey datang. Jadi ketika dokter dan perawat melakukan visit ke ruangannya, dokter lelaki itu sempat melemparkan tatapan bingung dan akhirnya bertanya kepada Aryan dan Rey. “Siapa di antara kalian yang merupakan ayah dari bayinya?” tanya dokter itu.
Spontan Aryan dan Rey pun saling melempar pandangan. Situasinya sempat sedikit canggung. Karin pun hendak menjawab, tapi rupanya Aryan lebih dulu membuka suaranya, “Saya, Dok. Saya ayah dari bayinya,” ucap Aryan.
“Oke kalau begitu, silakan Bapak ke ruangan saya ya. Ada yang perlu saya sampaikan terkait kondisi ibu dan bayinya,” tutur dokter itu lalu melenggang dari ruang rawat Karin.
Aryan melihat ke arah Karin sekilas, sebelum akhirnya lelaki itu melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat.
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷