Love Without 'Why'
Tiara mendapati Aryo di ruang tamu tengah bermain bersama Aryan. Tiara menghampiri kedua lelaki itu dan meminta Aryo untuk memakai bajunya karena suaminya itu shirtless.
“Aryan, kenapa Papa nggak pake baju?” tanya Tiara pada putranya.
Aryan mengalihkan atensinya pada Tiara, “Kata Papa, Papa gerah Mah. Tadi Aryan habis main hide and seek sama Papa,” jelas Aryan.
“Aryan udah beli mobilnya tadi sama Papa?”
“Udah dong, Mama. Warna mobilnya biru, sesuai permintaan Aryan,” Aryo yang menjawab sambil memindahkan posisinya agar di samping Tiara di sofa. Aryo menyerahkan mainan robot milik Aryan kepada anaknya itu.
“Nayna masih tidur Ra?” tanya Aryo.
“Masih. Kamu pakai baju dong, nanti masuk angin,” titah Tiara.
“Panas Ra cuacanya. Oh iya hadiah buat aku mana? Yang tadi kamu bilang,” pinta Aryo pada Tiara.
“Hmm ... kamu temenin Aryan main dulu hari ini. Besok kan kamu kerja, anak kamu mau main sama Papanya. Aku tunggu kamu di kamar, oke?” ucap Tiara dan hendak beranjak dari posisinya, tapi Aryo menahannya sesaat.
Tiara menatap Aryo dengan tatapan bertanya. “Hadiahnya ada di kamar?” tanya Aryo.
“Iya, Papa,” ucap Tiara dengan nada lembutnya, tidak lupa sebuah senyum menawannya.
Sebelum benar-benar pergi dari sana, Tiara mendekat pada Aryo. Aryo yang shirtless membuat Tiara bia menghirup aroma khas dari tubuh kekar suaminya. Saat tatapan mereka bertemu, Tiara segera menyematkan kecupan di pipi Aryo. Tiara lekas pergi dari sana sebelum Aryo memberi balasan akan perbuatannya. Urusannya bisa panjang nanti dan Tiara sangat tahu itu.
***
Tiara menunggu Aryo di kamar dengan sabar. Tiara nampak menggigiti bibir bagian bawahnya. Beberapa kali matanya melirik ke arah pintu kamar, tapi belum juga mendapati Aryo di sana.
Cklek!
“Sayang,” suara fameliar itu seketika membuat Tiara menoleh ke sumbernya. Ia mendapati Aryo di sana, masih shirtless. Suaminya itu hanya mengenakan jeans lengkap dengan ikat pinggangnya kulitnya. Saat Tiara perhatikan lebih jelas lagi, nampak underwear hitam balenciaga yang menyalip tipis di antara jeans yang suaminya kenakan.
“Aku mandi dulu ya, panas banget cuacanya,” ujar Aryo hendak pergi ke kamar mandi, tapi Tiara lebih dulu menahannya.
“Sebentar,” Tiara lantas mengalungkan lengannya di bahu Aryo, ia sedikit berjinjit untuk sepenuhnya memeluk tubuh suaminya.
“Lengket lho Sayang, aku keringetan gini,” ucap Aryo.
“Nggak papa, aku suka,” Tiara gamblang mengucapkannya. Di balik punggung Tiara, Aryo tersenyum.
Tidak lama setelah itu, Tiara mengurai pelukannya dan meminta Aryo untuk tidak mandi.
“Aryo, aku mau pakai baju dinas aku yang hitam, itu hadiah buat kamu. Would you still like it that one set?”
Aryo memicingkan matanya dan sebuah seringai terulas di wajah tampannya. “Selamanya aku suka itu, Sayang. I said to you, thousand times that damn one set really looks amazing on you. You're always beautiful with anhything you wear, you have to know about that.”
“Oke, then. I'll be right back. Just wait right here,” ucap Tiara sebelum ia berlalu dari hadapan Aryo. Aryo akan rela menunggu Tiara. Perempuan yang menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya itu, telah membuat Aryo menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuknya.
Memang terdengar mustahil sebuah kisah memiliki akhir bahagia. Namun kebahagiaan menurutnya adalah keseimbangan antara senang dan sedih. Di antara dirinya dan Tiara, tidak pernah ada akhir yang bahagia yang ditulis seorang penulis di lembar terakhir novelnya. Tidak. Bagi Aryo kisahnya dan Tiara tidak akan lekang oleh waktu, ia mencintai Tiara tanpa 'kenapa', hingga menginginkan hanya maut yang bisa memisahkan dirinya dan Tiara.
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷