Menantu dan Istri Idaman

Siang itu di sebuah restoran bergaya eropa klasik, diadakan sebuah acara pertemuan untuk arisan para ibu-ibu. Di dalam grup tersebut, masing-masing mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Acara kali ini terlihat cukup unik karena beberapa tidak datang sendiri, ada yang mengajak cucu mereka ke sana. Acara pertama pun dibuka dengan sesi makan-makan, lalu dilanjut dengan sesi undian nama untuk yang mendapatkan arisan bulan ini.

Setiap bulan, nama yang keluar akan mendapat uang sejumlah 120 juta. Jumlah yang bisa dibilang sangat fantastis dengan hanya anggota grup yang berjumlah 8 orang. Hal tersebut tentu didasari oleh para anggota dengan latar belakang penghasilan yang di atas rata-rata. Ada wanita karir yang sukses, ada istri seorang pejabat negara, pilot, serta abdi negara. Bahkan ada yang hanya tinggal duduk di rumah dan uang bulanan dari suami sudah sangat lebih dari cukup untuk menjalani kehidupan yang berkecukupan.

Sekitar pukul 3 sore, acara tersebut akhirnya selesai. Satu persatu ibu-ibu di sana mulai berpamitan untuk pulang. Tampak beberapa mobil mewah yang menjemput mereka dengan seorang supir pribadi atau suami yang berpenampilan rapi dan terkesan elit, rata-rata yang terlihat adalah seperti itu.

“Jeng Tiara, ini siapa? Cucunya ya? Ganteng banget Jeng,” ujar seorang wanita dengan lipstick merah yang terpoles di bibirnya. Masih ada sesi berpamitan dan foto-foto untuk mengabadikan momen di sana, jadi acara tersebut belum sepenuhnya selesai.

“Iya, Jeng. Kenalin, ini cucu pertamaku. Aku culik dulu hari ini dari mama sama papanya,” ucap Tiara sambil dengan lembut meminta cucunya untuk menyalami teman satu grup arisannya itu.

“Ayo Nak, salam dulu sama teman Oma,” tutur Tiara kemudian. Lantas anak lelaki berusia 4 tahun di sampingnya itu segera mengulurkan tangan, menyalami perempuan yangterlihat berusia tidak jauh dari omanya tersebut.

“Emang papa sama mamanya ke mana, Jeng?” tanya perempuan itu lagi setelah sekilas mengusap kepala si anak lelaki yang merupakan cucu temannya.

“Papanya lagi kerja, mamanya juga kebetulan ada kerjaan hari ini,” jelas Tiara yang langsung diangguki oleh temannya.

Weekend begini masih kerja Jeng? Wah keren ya, sukses selalu ya Jeng buat anak dan menantunya.”

“Makasih yaa, Jeng. Ini malah untung mama papanya pada kerja, jadi omanya bisa ngajak cucu. Kebetulan sore ini kerjaannya udah selesai, habis ini katanya mau jemput ke sini,” jelas Tiara lagi.

Di tengah situasi tersebut, tiba-tiba anak lelaki di samping Tiara itu berujar padanya, “Oma, itu Papa sama Mama udah dateng jemput kita.” Seketika Tiara menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Svarga, cucunya. Benar saja, jarak beberapa ratus meter dari posisi mereka, nampak dua sosok yang begitu fameliar berjalan menghampiri mereka.

Sampai tiba waktunya, di sana Tiara mengenalkan sosok papa dan mamanya Svarga kepada teman arisannya itu.

“Kenalin Jeng Catherine, ini anak dan menantu saya, papa dan mamanya Svarga,” ucap Tiara memperkenalkan dua orang yang kini tengah bergabung bersama mereka.

Di sana Catherine dan Karin sempat saling menatap selama beberapa detik. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya mereka adalah dua orang yang sudah saling mengenal. Catherine sama sekali tidak tahu bahwa Tiara adalah mertua dari Karin. Serta anak laki-laki yang bersama Tiara itu adalah anak dari Aryan dan Karin.

Sebelum Aryan dan Karin datang, Tiara sempat menceritakan soal menantunya kepada Catherine. Dari cerita Tiara, terlihat sekali bahwa wanita itu begitu bangga pada Aryan dan Karin. Anaknya telah menjadi pemimpin untuk melanjutkan perusahaan milik keluarga. Kalau menantunya, Tiara mengatakan bahwa Karin adalah sosok wanita karir yang hebat, mandiri, dan begitu penyayang. Terkejutlah Catherine ketika mengetahui kalau menantu yang begitu dibangga banggakan Tiara adalah Karin, perempuan yang pernah ia pandang sebelah mata, perempuan yang pernah ia minta pergi dari hidup anak lelakinya.

Karin nampak mengulurkan tangannya lebih dulu kepada Catherine, berusaha membuat semuanya tampak normal. Catherine pun segera membalas uluran itu. Di sana Karin menyebutkan namanya, begitu juga yang akhirnya dilakukan oleh Catherine.

Setelah acara perkenalan mendadak itu selesai, Tiara mengulaskan senyumnya yang tampak bahagia. “Saya udah mau punya cucu dua lho Jeng, menantu saya lagi hamil, usia kehamilannya udah dua bulan sekarang,” ucap Tiara tanpa bermaksud apa pun.

Catherine di sana tampak mengulaskan senyum sebisanya. Tiara yang nampak begitu bahagia dan akrab dengan menantunya, sampai rasanya tidak ada batasan antara anak dan menantu, saat itu juga membuat Catherine lumayan takjub.

Catherine hanya mampu terdiam melihat keluarga kecil yang nampak sangat bahagia itu. Sosok Karin yang sebelumnya ia nilai buruk karena hamil di luar nikah, rupanya adalah sosok yang begitu dikagumi dan disayangi oleh keluarganya.

Catherine berpikir sepertinya bukan hanya Karin yang beruntung memiliki mertua seperti Tiara. Namun mereka saling melengkapi. Tiara sangat beruntung memiliki menantu seperti Karin. Tiara merasa bahwa anaknya dan cucunya berada di tangan yang tepat. Karin adalah istri dan ibu yang sempurna. Sempurna bukan semata hanya dari tampilan luar saja, tapi juga dari hati yang begitu baik dan tulus.

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸

Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷