Nama : Michelle Taninka Sinaga Lahir : 24 Mei 2000 Meninggal : 12 April 2014

Kedua mata Reynaldi memicing ketika membaca dokumen yang kini sampai di tangannya. Pria itu lantas meminta bodyguard-nya untuk berbicara dengan oknum pemerintahan yang berada di seberangnya, mereka di batasi oleh sebuah meja panjang.

Satu bodyguard-nya yang lain mengeluarkan secarik kertas kecil bertuliskan nominal yang cukup besar. Lawan bicara mereka itu nampak melebarkan matanya, sebelum akhirnya Reynaldi angkat bicara. “Berikan bukti fisik kematian Michelle Taninka. Saya bisa kasih lebih dari jumlah di kertas itu. Lebih banyak,” tukas Reynaldi sebelum keluar dari ruangan itu.

Di dalam mobilnya, Reynaldi memerintahkan orangnya untuk mengurus semuanya, agar ia bisa mendapatkan bukti konkret kematian Michelle Taninka Sinaga.

“Saya ingin secepatnya bukti itu sampai ke tangan saya. Pastikan tidak ada kesalahan apapun, semuanya harus bersih,” titah Reynaldi.

“Baik, Tuan. Anda akan mendapatkannya. Bukti fisik kematian Michelle akan sampai ke tangan Anda,” ujar orang suruhannya.

***

Dua hari lalu, Bagas mendapatkan kabar dari Risa bahwa pernyataan kematian palsu Michelle Taninka telah sampai ke tangan Reynaldi dengan mulus. Risa telah meminta orang dalamnya untuk membuat Reynaldi lengah karena urusan pernyataan kematian Michelle.

Selain itu Bagas juga mendapat informasi bahwa Aryo sudah menemukan lokasi dimana Reynaldi menyandera Rudi. Berdasarkan infromasi dari tim suruhan Aryo, mereka bisa melakukan eksekusi tengah malam nanti. Sebagian bodyguard Aryo akan membantu Bagas mengamankan beberapa titik di area target mereka nanti malam.

Bagas mengadakan rapat dengan tim kepolisian yang berada di dalam divisinya untuk briefing akhir sebelum nanti malam menjalankan rencananya.

Semua pasang mata yang ada di ruangan itu memerhatikan mind maping yang dibuat oleh Bagas di sebuah whiteboard besar di depan. Mereka akan merencanakan penyelamatan secara sembunyi-sembunyi di malam hari. Bagas telah menyusun rencananya dan mempersiapkan peralatan senjata yang sekiranya akan dibutuhkan.

“Ingat. Kita harus lebih berhati-hati kali ini. Hafalkan jalur yang akan gunakan untuk bisa menjangkau ke sana, kita ambil jalan belakang,” jelas Bagas.

“Baik, Pak.”

“Oke kalau gitu. Apa ada pertanyaan lagi sebelum gue akhiri?”

Salah satu anak buahnya angkat bicara, “Tidak ada, Pak.”

Alright. Rapat kita selesai sampai di sini. Gue minta kalian persiapkan diri sebaik mungkin untuk eksukusi nanti malam.”

***

Bagas Rescue Action

Markas yang akan Bagas dan timnya bobol memiliki peta bangunan yang cukup rumit, sehingga untuk eksekusi ini mereka harus memutar otak dan membagi ke beberapa tim.

Tim dua akan mengalihkan perhatian penjaga agar Bagas dan tim satu mendapat akses untuk masuk.

“Siap. Tim satu masuk.” Bagas mendengarkan instruksi melalui wireless earpods sebelum mengarahkan timnya untuk naik ke lantai 5. x

Bagas dan tim satu memindai lantai 5 untuk mencari lokasi penyanderaan Rudi.

“Lapor. Target ada di ruangan arah barat, dekat tangga darurat dan balkon.” Bagas mendapat laporan suara lagi dan segera menuju lokasi yang disebutkan.

Bagas bertemu dua orang dari timnya di depan ruangan yang jadi tujuan mereka, bertepatan dengan lima orang yang merupakan penjaga markas. Mereka sama-sama membawa alat senjata. Bagas menyiapkan kuda-kudanya, satu tangannya memasukkan peluru dari sakunya ke loading peluru, tempat presisi dimana peluru dimasukkan sebelum di luncurkan.

Don't think you can win against us,” desis salah satu penjaga markas sebelum menyerang Bagas dan timnya.

Salah satu tim satu yang bersembunyi yang mendapati kejadian tersebut segera meminta bala bantuan untuk melawan balik. Di sisi lain di luar markas, Rama, kepala bodyguard Aryo, mendapat laporan tersebut yang langsung didistribusikan ke seluruh tim.

“Gue mau turun,” ujar Rama pada Egha.

“Serius lo Ram?”

“Lo tetap jaga di luar. Gue dapat kabar di dalam chaos. 10 sampai 20 menit lagi, gue minta tolong jemput gue dan yang lainnya pakai helly,” ujar Rama.

“Siap Bos,” balas Egha sebelum Rama melenggang dari sana.

***

Rama in Bodyguard Suit

Di balik penutup wajahnya, Rama menorehkan senyum smirk-nya sebelum menarik pelatuh pistolnya dan mengarahkannya satu kali ke dinding kaca di lantai dua. Suara tembakan yang sungguh keras itu membuat semua orang di sana mencari sumber suaranya, termasuk Bagas dan timnya.

You guys is not lucky today,” sapa Rama dengan suara lantangnya sambil melangkahkan kakinya. Salah satu penjaga markas menatapnya remeh, apalagi Rama hanya berdiri sendiri tanpa apapun di belakangnya.

Rama mengarahkan tangannya untuk menepuk pundak si satu yang berbadan paling besar. Detik berikutnya ia melakukan aksi melumpuhkan lawannya dalam hitungan dua detik. Kesempatan tersebut lantas dimanfaatkan Bagas dan timnya untuk membuka pintu ruangan dengan menembakinya dengan senapan serbu kaliber berkekuatan besar.

Gimana? Kalian suka ini, bukan? I love it too, to do my job” ujar Rama diiringi tatapan tajam mata elangnya. Ia telah berhasil mengalahkan 4 orang sekaligus. Pria itu kembali mengisi pistol apinya dengan peluru dan menembakkannya hingga dinding kaca di lantai 5 separuhnya hancur ke lantai.

Bagas dan tim satu berhasil menyelamatkan Rudi dan mereka bergegas untuk pergi dari sana. Sebuah helikopter yang diperintahkan Rama datang untuk menjemputnya dan tim Bagas yang tersisa.

“Lapor Bos. Sandera di bawa kabur. Mereka sangat terlatih dan jumlah mereka banyak,” ujar seorang penjaga markas melalui walky talky di tangannya.

“Rupanya mereka sudah tau berhadapan dengan siapa. Sayangnya, mereka belum benar-benar mengenal siapa lawan mereka,” balas suara bariton di ujung sana.

***

Reynaldi marah besar dan mencari tau siapa kepala yang ada di balik penyelamatan Rudi Abimana.

Seseorang telah mengibarkan bendera perang kepadanya. Pria berusia 50 tahunan itu duduk santai di kusi kebesarannya sembari menghembuskan uap dari vape di tangannya.

Akhirnya Reynaldi menemukan bahwa Aryo ada di balik penyelamatan Rudi. Artinya keponakannya sendiri lah yang melawannya. Reynaldi berusaha memutar otak dan menarik benang merah. Reynaldi mencari tau, hubungan antara Aryo dan Rudi sampai mereka ada di kapal yang sama.