On The Way to Party

Dari pantulan kaca full body di kamar hotel itu, nampak seorang perempuan yang sedang memerhatikan kembali penampilannya. Tubuh ramping dan semampainya dibalut sebuah dress hitam sepanjang lutut dengan model lengan mengembang seperti balon. Elegan namun tetap terkesan simpel dan tidak berlebihan, ciri khas yang sangat menggambarkan perempuan itu.

Puas mengecek gaun yang dikenakannya, perempuan itu mengambil sebuah lipstik berwarna merah ceri dari tas hitamnya. Kemudian ia berjalan menuju kaca di meja rias dan mulai memoleskan pewarna bibir itu di bibir tipisnya. Sedikit sentuhan lagi dan penampilannya kini telah sempurna.

Karina Titania Roland, nama perempuan itu. Tadi siang pekerjaannya untuk photo dan video shoot berjalan dengan sangat lancar. Malam ini ia berencana menghadiri after party bersama para influencer lain yang ikut dalam project untuk Clairs Beauty di Bali.

Di nakas samping tempat tidurnya, benda tipis berwarna putih berdering dan memutar lagi Every Summertime yang dinyanyikan oleh Niki. Karin segera mengamnil ponselnya dan mendapati ID call yang tertera di sana adalah Rey❤️. Senyum Karin seketika mengembang, ia pun menggeser layar ponselnya untuk mengangkat panggilan dari kekasihnya.

“Halo Karin,” terdengar suara husky Rey dari ujung sana.

“Halo Rey,” balas Karin detik berikutnya.

“Kamu jadi pergi ke after party malam ini?” tanya Rey.

“Jadi. Actually it's not my cup of tea. But yaa ... I should go. Udah di undang, teman-teman influencer yang lain datang semua,” jelas Karin.

It's sound nice, Babe. You should go and have fun. I wish I can be there to accompany you,” ujar Rey dengan nada jenakanya.

It's oke. Kamu harus ambil job wedding photoshoot itu. Keren banget pasti hasilnya buat di pajang di portofolio kamu,” ucap Karin.

“Aku jemput kamu di bandara nanti pas kamu pulang. Kamu flight besok kan ke Jakarta?”

“Iya, besok aku udah balik. Berarti aku bilang ke Dara nggak perlu siapin supir ya, kan udah di jemput kamu.”

Alright.”

“Rey, aku tutup dulu ya telfonnya. Aku mau siap-siap turun ke ballroom bawah, acaraya udah mulai nih.”

Well, oke. Have fun ya Sayang, see you tomorrow.”

See you, Rey.”

Sambungan telfon pun di akhiri. Sebelum memasukkan ponselnya ke dalam tas hitam yang akan di bawanya, Karin memerhatikan sebuah foto yang terpampang di lock screen ponselnya yang seketika membuat seulas senyum terukir di wajahnya.

Karin's Lock Screen Phone

Dua tahun yang lalu Karin mengenal sosok Rey melalui kepanitiaan yang ia ikuti di kampus. Rey begitu baik padanya dan lambat tapi pasti, perilaku Rey membuat Karin menyukainya. Rey menyatakan perasaannya dan mereka berpacaran sampai saat ini.

Karin tersadar dari kegiatannya memandangi foto Rey ketika satu notif pesan masuk ke ponselnya dan itu dari Dara. Managernya itu menanyakan keberadaannya karena belum menemukan batang hidungnya di ballroom dimana acara pesta berlangsung. Sebelum melangkah keluar dari kamarnya, Karin mengetikkan pesan pada Dara dan mengatakan bahwa ia akan segera menuju ballroom.

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 💄

Berikan dukungan untuk cerita ini supaya bisa lebih baik kedepannya yaa. Supoort apapun dari kalian sangat berarti untuk tulisan ini dan penulisnya

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷