Orange Juice and The Room

Karin melangkahkan kaki jenjangnya memasuki ballroom hotel mewah dengan nuansa warna hijau emerald itu. Ia memberikan undangannya pada bagian penerima tamu. Setelah itu, seorang penanggung jawab acara membawanya menuju sebuah kursi dengan ukiran nama lengkapnya di sana. Di samping kanan dan kiri tempat duduknya, Karin bertemu dengan dua teman influencer yang dikenalnya. Mereka berbincang dan berfoto bersama sembari menunggu acara di mulai.
“Mana pacar lo Rin? Katanya doi mau ikut kemarin,” ujar Amanda.
“Nggak bisa ikut dia,” jawab Karin.
“Lho kenapa?” celetuk Tasya yang duduk di samping kiri Karin.
“Rey ada kerjaan photoshoot untuk pre-wedding. Nah pas banget harinya bentrok sama project-nya Clairs,” terang Karin.
“Ohh gitu,” ujar Amanda diiringi anggukan.
Detik berikutnya, semua atensi para tamu tertuju pada sosok yang naik ke atas panggung di depan. Seorang wanita dengan surai sebahu berwarna soft purple menaiki panggung dan mulai berbicara melalui microphone. “Hello everyone,” sapanya diiringi sebuah senyuman.
“With me right here, Iona, master of ceremony of this event. First of all, I wanna say thank you for coming to the Clairs Beauty party celebration. Clairs Beauty has to glad to make this huge project for support our campaign this year. For all Clairs Beauty team and our beloved beauty influencer that attend tonight, let's enjoy the party to celebrate our hard work together. Cheers all!” ujar sang MC sebagai penanda bahwa acara telah di mulai.
***
Gemerlap lampu dan live music di atas panggung, membuat suasana pesta malam itu terasa sempurna. Acara baru dimulai satu jam yang lalu, tapi tidak ada satu pun di antara orang-orang yang hadir yang semangatnya terlihat surut. Berbeda dengan yang di rasakan oleh Karin saat ini. Tasya dan Amanda mengajaknya mendekati panggung musik untuk berdansa bersama, tapi Karin menahan tangan Tasya ketika tubuhnya terasa lunglai dan lemas.
“Sya, lo yakin minuman tadi nggak ada alkoholnya?” tanya Karin pada Tasya.
“Minuman orange juice yang tadi? Nggak ada ko, Rin. Gue kan juga minum sama kayak lo, gue mana bisa mabuk,” ujar Tasya.
Tasya pun memerhatikan air muka Karin yang tampak berbeda. “Rin, lo kenapa deh? Lo mabuk?”
“Kayaknya gue salah minum deh Sya,” balas Karin dengan suaranya yang serak. Hembusan napas Karin terdengar berat dan pandangannya mulai mengabur. Karin pun berusaha menghubungi Dara tapi sampai 6 kali pun Karin mendial nomor managernya, tidak satu pun yang di jawab.
“Karin, are you okay? Gue anter lo ke kamar ya?” saran Tasya. Karin hanya menjawab Tasya dengan anggukan dan membiarkan Tasya menuntun langkahnya. Saat mereka melewati kerumunan orang-orang, seorang perempuan dengan stelan seragam Clairs Beauty menawarkan sesuatu pada Karin.
“Kak, kita punya ruangan yang diperuntukkan bagi para influencer beristirahat. Biar saya antar Kak, silakan,” ujar perempuan itu.
Sebelum pergi bersama perempuan itu, Karin menitipkan pesan pada Tasya untuk memberitahu Dara ketika managernya itu mencari keberadaannya.
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk tulisan dan juga penulisnya.
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷