Permintaan Terakhir

“Gimana perkembangan kasus Zio? Apa semuanya berjalan lancar?” tanya seorang perempuan berusia 26 tahun yang kini berada di hadapan Raegan.

Raegan mematikan laptopnya, lalu melangkah menuju ke sofa di sudut ruang kerjanya dan mengambil tempat di samping perempuan itu. “Semuanya lancar. Polisi udah ngeluarin surat penangkapan dan langsung nahan tersangka.” Raegan mengulaskan senyum tipisnya pada wanita dihadapannya. Kaluela Gabriel, kekasih hatinya. Kaluela menemuinya tidak berapa lama setelah kejadian Raegan harus menghadapi dua bocah SMA yang tiba-tiba datang ke kantornya siang ini.

“Raegan, aku minta maaf nggak bisa langsung terbang dari Sydney waktu hari pemakaman. Maafin aku,” ucap Kalu dengan nada penuh penyesalannya.

“Nggak apa-apa. Kejadiannyacepet banget dan hari itu juga Zio langsung dimakamkan. Habis ini kamu mau berkunjung kesana?” tanya Raegan.

“Boleh. Aku belum mengirimkan doa secara langsung untuk Zio. Ohiya, gimana keadaan mama sekarang?”

“Mama udah lumayan membaik, walaupun kadang beliau masih suka nangis,” jelas Raegan.

“Kamu temenin mama terus ya. Kurangin sedikit kerjaan kamu, mama pasti butuh seseorang untuk ada terus di sampingnya,” saran Kalu yang segera diiyakan oleh Raegan.

“Ohiya, Arjuna tadi bilang kamu baru aja kedatangan tamu. Siapa yang dateng?” Kaluela membuka tas bekal berisi makan siang yang dimasaknya sendiri untuk Raegan. Kalu baru saja sampai ke Jakarta kemarin malam dan mengatakan pada Raegan akan menemuinya hari ini. Hubungan asmara mereka memang sudah terjalin cukup lama, tapi keduanya sama-sama sibuk pada urusan karir dan Kaluela memiliki pekerjaannya di Sydney.

“Dia pacarnya Zio, dia dateng sama lelaki yang merupakan sepupu tersangka kasusnya Zio. Aku nggak ngerti kenapa dia milih ada di pihak tersangka bukannya berada di pihak yang sama denganku.” Raegan sedikit melonggarkan ikatan dasi di lehernya.

“Sayang, mungkin kamu harus lebih mengerti dia. Anggap dia seperti adikmu. Aku ngerasa dia adalah alasan Zio tetap bangkit semenjak mama dan papa berpisah.” Kaluela tahu betul apa yang dialami keluarga kekasihnya sejak orang tua mereka berpisah. Saat itu Zio baru saja menginjak masa menuju remaja, dan perpisahan orangtuanya telah membuat sifatnya menjadi dingin dan tidak tersentuh. Bahkan hubungan Zio dengan Raegan tidak terlalu baik sejak saat itu. Raegan sibuk bekerja begitupun dengan Indri. Zio masih begitu kecil untuk dapat memahami bahwa keluarganya tidak lagi bersama-sama. Tanpa Raegan dan Indri sadari, yang Zio butuhkan adalah eksistensi keduanya, bukan sekedar materi yang melimpah.

“Kamu baru aja nyalahin aku?” tanya Raegan, tatapannya nampak nanar dan ada penyesalan dari nada bicaranya. Raegan merasa bersalah dan sepertinya ia tidak perlu memastikan itu lagi dengan bertanya kepada Kaluela.

“Aku nggak nyalahin kamu, Raegan. Aku tauu, kamu selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mama dan juga Zio. Hanya aja, kadang kamu nggak ahu caranya nunjukin kasih sayangmu sendiri,” terang Kalu.

“Sekarang aku lagi ngelakuin itu. Aku mau nebus semua kesalahanku pada Redanzio. Aku tau, aku belum sempat menjadi kakak yang baik untuk dia,” ucap Raegan.

No, kamu nggak boleh bilang kayak gitu. Aku yakin, Zio sayang banget sama kamu. Kamu udah ngelakuin yang terbaik, Raegan,” Kaluela mengulaskan senyum lembutnya pada Raegan. Hal itu akhirnya dapat sedikit menenangkan perasaan Raegan yang lumayan kalut hari ini.

Kalimat Kaluela tiba-tiba membuat Raegan  teringat akan perkataan Zio sesaat sebelum menghembuskan napas terakhinya. Perkataan itu hanya dikatakan kepada Raegan tanpa sepengetahuan Kaldera atau siapapun itu. Setelah memberikan wasiat itu pada Raegan dan Kaldera, Zio meminta waktu berdua untuk bicara dengan Raegan saja.

Kak, gue cinta banget sama Kaldera. Gue nggak mau siapa pun nyakitin dia. Kalau gue nggak bisa bertahan, cuma lo orang yang gue percaya untuk jagain Kaldera. Gue tau lo punya kak Kalu yang sempurna dan lo cinta banget sama dia. Tapi coba mengenal Kaldera dulu ya Kak. Kalau lo nggak jatuh cinta, lo cuma perlu sayang sama dia kayak lo sayang sama gue. Tolong jaga dia untuk gue. Mungkin ini adalah permintaan gue yang terakhir.

***

Terima kasih telah membaca The Expert Keeper 🔮

Silakan beri dukungan untuk The Expert Keeper supaya bisa lebih baik kedepannya. Support dari kalian sangat berarti untuk author dan tulisannya 💜

Semoga kamu enjoy dengan ceritanya, sampai bertemu di part selanjutnya yaa~ 🥂