Rasa Cinta dan Value Diri

Sudah lebih dari seminggu belakangan ini, Rey menyadari bahwa sikap yang Karin tunjukkan padanya adalah bentuk usaha perempuan itu untuk menghindarinya. Karin selalu memiliki alasan untuk tidak bertemu dengannya. Malam ini pun, saat Rey bertanya pada Dara soal keberadaan Karin, manager kekasihnya itu mengatakan bahwa ia tidak bisa memberi tahu di mana Karin sekarang.

Satu-satunya kemungkinan adalah Karin berada di rumah Syerin. Maka dari itu, Rey kini sudah berada di depan pagar besar sebuah rumah tingkat dua bergaya minimalis. Begitu seorang satpam mempersilakannya untuk masuk, Rey berhadapan dengan Kavin yang membukakan pintu berpelitur coklat jati di hadapannya.

Kavin nampak sedikit terkejut begitu mendapati kehadiran Rey di sana. Setahu Kavin, semua tentang Rey dan kakaknya telah berakhir. Ada yang tidak bisa Rey jelaskan kepada Kavin. Intinya yang saat ini, Rey meminta Kavin untuk memberinya izin bertemu dengan Karin.

“Kak Syerin sama mama lagi nggak ada di rumah. Mungkin kalau mereka ada, Kak Rey nggak bisa ketemu sama kak Karin,” ucap Kavin yang akhirnya mengizinkan Rey memasuki rumah.

Sebelumnya Kavin juga sempat bertanya pada Karin dan membuat Rey menunggu di teras rumah itu. Karin sedang dalam kondisi kurang sehat, tapi Rey tetap bersikeras untuk bertemu. Rey mengatakan dirinya dan Karin harus berbicara serius mengenai hubungan keduanya.

***

Sudah dua hari Karin menginap di rumah Syerin. Sebelumnya ia telah meminta izin pada Aryan dan lelaki itu mengizinkannya untuk pergi. Karin membutuhkan waktu untuk menata hati dan pikirannya. Pertemuan Karin dengan ibunya Rey minggu lalu membuat Karin begitu hancur. Rasanya masih sulit bagi Karin mendorong Rey untuk menjauh dari hidupnya, ini bukanlah perkara yang mudah. Rey adalah sosok yang salama ini ada untuknya, di saat senang maupun di saat sedih.

Meskipun Karin berusaha menghindari tatapan Rey yang kini tertuju lurus dan intens padanya, Rey, lelaki itu dapat melihat mata sembap dan guratan kesedihan di wajah Karin.

“Karin, ada apa? Kamu mau cerita ke aku? Kenapa kamu ngehindarin aku akhir-akhir ini?” tanya Rey setelah beberapa saat mereka berdua hanya diam.

“Karin, look at me. Please, tell me what happened,” ucap Rey lagi, kali ini nada suara lelaki tiu terdengar sedikit frustasi.

Karin menghela napasnya sesaat, lalu ia berujar sambil menatap tepat diiris mata Rey. “Rey, aku mau fokus ke anak aku. Gimana pun, aku sama kak Aryan udah nikah. Aku sepantasnya menghormati kak Aryan, bertemu sama keluarganya untuk lebih saling mengenal. Aku sadar kalau keputusan aku untuk tetap berhubungan sama kamu disaat udah menikah, adalah hal yang kurang pantas. Waktu itu aku dan kak Aryan nggak punya pilihan,” Karin menjeda ucapannya sesaat. Begitu mengucapkannya hati Karin terasa seperti diiris iris. “Aku sama kak Aryan punya anak, tapi hati kita tidak bisa membohongi rasa cinta untuk pasangan masing-masing,” lanjut Karin.

Selama sepersekian detik Karin dan Rey hanya saling menatap. Rey tidak lagi dapat menyembunyikan tatapan kecewanya di hadapan Karin.

“Karin, aku mau tanya satu hal sama kamu,” ucap Rey kemudian. Rey nampak memejamkan matanya sesaat sebelum akhirnya menatap Karin lurus dan bertanya, “Kamu mau tau alasan kenapa aku pukul Aryan waktu itu? Kamu mau tau alasan kenapa aku benci sama dia?”

“Maksud kamu apa?” Karin justru balik bertanya karena ia tidak paham maksud pertanyaan yang Rey ajukan padanya.

“Aku takut dia ngerebut kamu dari aku, Karin. Rahasia terbesarku soal orang yang pernah suka sama kamu, aku tau kalau orang itu adalah Aryan,” ungkap Rey.

Rey menjelaskan ke Karin alasan mengapa dirinya membenci Aryan. Rey mengetahui fakta soal Aryan yang pernah memiliki perasaan pada Karin dua tahun yang lalu. Di kampus mereka sudah menjadi konsumsi publik bahwa banyak lelaki yang menyukai Karin. Begitu Rey tahu kalau salah satu dari mereka adalah Aryan, Rey takut kalau Aryan bisa lebih mendapatkan Karin dari pada dirinya.

Rey membandingkan dirinya dengan Aryan dan merasa kalau Aryan selalu lebih unggul ketimbang dirinya dari segi apa pun. Rey berpikir kalau Aryan berengsek. Aryan lah yang menjebak Karin malam itu. Selain itu, alasan Rey mengatakan kalau Aryan mirip papanya di masa lalu yakni, Aryan adalah lelaki brengsek yang hanya mementingkan kepuasannya. Rey sebelumnya telah mencari tahu masa lalu papanya Aryan. Jejak digital tersebut masih ada, hingga hal tersebut lah yang semakin memupuk kebencian Rey terhadap Aryan. Begitu Rey tahu Karin dan Aryan memiliki pengikat yang kuat di antara mereka, Rey merasa sangat hancur. Ketakutan terbesar Rey adalah Aryan mampu membuat Karin mencintainya dan suatu saat Karin akan meninggalkan Rey.

“Rey, semua dugaan kamu salah. Kak Aryan nggak menjebak aku sama sekali. Kita berdua di jebak. Lebih tepatnya, ada seseorang yang menjebak aku,” ucap Karin meluruskan.

Karin juga menjelaskan bahwa gosip yang masih ada di media digital mengenai papa mertuanya, semua itu hanyalah isu miring belaka. Semuanya pun terungkap, Karin tidak memihak siapa pun di sini, ia hanya mengatakan apa yang menjadi kebenarannya.

Karin masih termangu di tempatnya. Ia ingin merespon pengakuan Rey, tapi tidak tahu harus memulai menanggapinya mulai dari mana. Karin sama sekali tidak menduga hal tersebut. Sekali pun Karin sudah bersama Rey, namun Rey tetap belum bisa percaya pada dirinya sendiri. Padahal Karin mencintai Rey, tapi rupanya semua itu belum cukup membuat Rey paham akan value yang dimilikinya.

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸

Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷