Sebuah Fakta yang Terungkap

Aryan membuka pintu apartemennya dan langsung menemukan Shakina berada di sana. Shakina langsung mengulaskan senyum semringahnya dan mendekat pada Aryan. Detik berikutnya, Kina merangkul lengan Aryan sembari berujar, “Sayang, aku boleh masuk, kan? Karin ada nggak di dalam?”

“Ada Karin dan mamaku. Kamu nggak bisa masuk, Kina,” ujar Aryan.

“Kak, siapa yang dateng?”

Kehadiran Karin yang tiba-tiba di tengah keduanya, seketika itu membuat Aryan menoleh ke arah Karin.

“Karin, gue boleh masuk, kan?” ujar Kina sembari melayangkan tatapannya kepada Karin.

Karin masih terdiam di tempatnya, ia tidak menjawab pertanyaan Kina, sampai akhirnya Kina berujar lagi sembari menatap Aryan, “Aku telfon kamu dari kemarin, tapi hp kamu nggak aktif. Aku kangen banget lho sama kamu.”

Dengan perlahan Aryan berusaha melepaskan lengan Kina yang berada di lengannya. Namun Kina yang keras kepala, bergantian mengambil tangan Aryan lalu menggenggamnya.

“Kalau kamu mau masuk, silakan. Rencananya kita mau makan siang bareng mama juga,” ujar Karin yang seketika membuat Aryan menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

Namun Karin lebih dulu melenggang masuk ke dalam, berlalu dari hadapan Aryan dan Kina. Karin mengatakan bahwa ia harus kembali membantu mama memasak di dapur. Hidangan makan siang sebentar lagi pun akan siap dan mereka bisa makan bersama.

***

Aryan duduk di samping Kina, sementara di hadapannya ada Karin dan Tiara. Pagi tadi mamanya memang datang ke apartemennya dan berencana untuk memasak bersama Karin. Mamanya juga membawakan beberapa makanan yang rupanya merupakan makanan kesukaan Karin.

“Karin, gimana masakan Mama? Kira-kira rasanya kurang apa, Sayang?” tanya Tiara sambil menatap Karin.

Karin mengulaskan senyumnya ke arah Tiara dan berujar, “Rasanya hampir pas semua, Mah. Enak banget, makasih ya Mah,” ujar Karin.

“Sama-sama, Sayang. Buat menantu sama calon cucu, Mama senang banget kalau bisa berbuat sesuatu,” ucap Tiara diiringi seulas senyum di wajahnya.

Acara makan pun berlanjut dan tidak ada obrolan berarti yang terjadi. Ketika Karin hendak menuangkan minuman ke gelas Aryan, Kina bergerak lebih dulu mengambil teko air di meja dan melakukan hal yang hendak dilakukan oleh Karin.

Beberapa saat yang lalu, Kina telah mencoba untuk membuka obrolan agar akrab dengan Tiara, tapi ibu dari Aryan itu malah menjawabnya ala kadarnya. Justru Tiara terlihat sangat menyayangi Karin dan Kina seperti hanya mendapat angin kosong. Hal tersebut membuat Kina kesal, tapi ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupinya.

Selang 20 menit kemudian, acara makan pun selesai. Rupanya Tiara belum ingin pulang dari sana. Mamanya itu mengatakan masih ingin mengobrol bersama Karin. Sementara Kina mengatakan pada Aryan bahwa ia ingin pulang.

Aryan melenggang untuk menghampiri Karin di dapur dan mengatakan kalau ia akan mengantar Kina pulang. “Karin, aku anter Kina pulang dulu ya. Aku habis ini langsung pulang, kamu sama mama di sini dulu ya.”

Awalnya Tiara sempat tidak setuju kalau Aryan mengantar Kina. Tiara tentu sudah tahu semuanya soal Kina. Tiara berusaha sebisa mungkin bersikap baik di hadapan Kina, untungnya ia masih sanggup melakukan itu. Hal tersebut sebagian besar terjadi karena peringai Karin. Karin telah berusaha meyakinkan mertuanya dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

***

Ketika sampai di apartemennya, Kina menahan Aryan untuk pulang. Kina mengatakan bahwa sebentar lagi teman-temannya akan datang untuk melakukan pesta di apartemennya. “We can have this night for us. I know you well, Babe. You like party and vodka so much, and tonight I will give it for you,” ujar Kina.

Begitu Aryan hanya diam dengan wajah minim ekspresinya dan tidak lekas menjawabnya, Kina pun memicingkan matanya dan berujar, “Apa bener kalau kamu sama Karin udah punya perasaan khusus? Kamu mau ninggalin aku, Aryan?”

Aryan mengalihkan tatapannya dari Kina, tapi Kina berusaha membuat Aryan kembali menatapnya. Detik berikutnya, Kina lantas sedikit berjinjit dan segera menempelkan bibirnya di bibir Aryan. Kina menciumnya, tapi alis Kina mengernyit kala Aryan tidak membalas ciuman itu. Aryan hanya mematung di sana dan perlahan menjauhkan tubuh Kina darinya, hingga bibir Kina pun terlepas begitu saja dari Aryan.

Oke, I will stay this night for the party,” ujar Aryan sambil menatap Kina tepat di iris coklat gelapnya.

Nice. You choosed the right choice. C’mon,” ucap Kina sembari meraih tangan Aryan dan mengajaknya masuk ke dalam apartemennya.

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸

Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷