Sebuah Wisata Masa Lalu
Suasana sore ini nampak begitu cerah. Gumpalan awan putih berpadu cantik dengan langit biru yang indah. Namun keadaan tersebut rupanya berbanding terbalik dengan suasana hati Catherine saat ini. Hatinya terasa campur aduk. Catherine sadar perlakuannya Karin di masa lalu terasa tidak benar.
Selesai acara arisan yang didatangi oleh Catherine, kini wanita berusia 60 tahunan itu tengah berada di mobil bersama anak lelakinya. Rey, anak keduanya yang menjemputnya dari acara tersebut. Tiba-tiba saja Catherine menoleh pada Rey dan menanyakan satu hal yang membuat Rey seketika terdiam. Rey belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan mamanya itu.
“Kakak kamu udah nikah dan punya dua anak. Mama udah tua Sayang, Mama juga ingin lihat kamu bahagia dengan keluarga kecil kamu,” tutur Catherine lagi. Catherine baru saja menanyakan pada Rey soal kapan anak keduanya itu akan menikah. Catherine merasa bahwa usia Rey sudah sangat matang dan ia juga mengatakan ingin melihat Rey ada yang mengurus dan memperhatikannya.
Tidak kunjung mendapat jawaban dari anaknya, Catherine akhirnya kelepasan mengungkit masa lalu antara Rey dan Karin. “Apa karena kamu belum bisa melupakan perempuan itu, kamu tidak mau membuka hati untuk perempuan lain? Kamu terlalu menutup diri semenjak perpisahan kamu dan Karin,” ujar Catherine. Satu hal yang rupanya Catherine tidak ketahui, perkataannya tersebut telah begitu menghancurkan hati anaknya sendiri.
Rey yang sebelumnya masih berusaha menahan semuanya, pada akhirnya tidak sanggup lagi. Selama bertahun-tahun lelaki itu telah memendamnya dan mungkin ini saatnya ia akan mengungkapkan semua unek-unek yang mengganjal di hatinya.
“Mah, tolong berhenti lakuin semua ini,” ucap Rey, lelaki itu menghembuskan napasnya yang terdengar berat.
“Tanpa mama sadar, bertahun-tahun perilaku Mama yang selalu nuntut Rey ini dan itu, untuk bisa sama seperti kakak dari segi pretasi maupun karir, semua itu bikin Rey nggak nyaman Mah,” ungkap Rey sambil menatap Catherine dengan tatapan penuh lukanya.
Rey menjeda ucapannya sambil berusaha mengatur napasnya yang terasa naik turun. Dadanya sesak, seperti ada benda besar yang menghantamnya di sana. Rey tidak ingin menyalahkan keadaan, tapi terkadang sebagian besar yang dialami seseorang adalah hasil yang didapatkannya dari lingkungan sekitarnya. Sebagai anak kedua, Rey memang selalu lebih diprioritaskan oleh orang tuanya. Namun itu setara dengan apa yang ia tuai. Rey selalu dibandingkan dengan kakaknya, dituntut untuk bisa dalam segala hal. Mungkin itu yang membuat Rey sering merasa kurang percaya diri, padahal sebenarnya ia sudah melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan.
Mendapati perkataan Rey yang tiba-tiba itu, Catherine pun nampak begitu shock. Ia tidak percaya bahwa anak yang selama ini begitu patuh padanya, kini melontarkan kata-kata yang terasa menyakiti hatinya. Catherine terdiam tanpa bisa mengucapkan apapun, sampai akhirnya Rey kembali mengutarakan kalimatnya.
“Kalau aja Mama nggak minta Karin pergi dari hidup Rey, mungkin cita-cita Mama buat ngeliat Rey punya keluarga sendiri udah terwujud.”
Catherine menghela napasnya panjang, kemudian wanita itu berujar, “Sekalipun mama nggak minta dia pergi dari hidup kamu, dia akan tetap memilih lelaki itu, Rey. Nggak semua bisa kamu paksakan, kamu harus menerima takdir ini.”
Rey terdiam selama beberapa saat, ia akhirnya sadar bahwa apa yang dikatakan mamanya itu ada benarnya. Sudah lima tahun berlalu, tapi Rey masih belum bisa move on dan melupakan sosok Karin. Rasanya begitu sulit membuka hati untuk orang baru di dalam hidupnya. Karin adalah cinta terindah yang pernah singgah di hati Rey dan begitu membekas. Namun lagi dan lagi, kenyataan yang terjadi terasa sangat pahit, saat takdir tidak memihak pada apa yang kita kehendaki.
“Rey, dia udah bahagia sama pilihannya. Mama barusan ketemu sama Karin dan keluarga lelaki itu. Mertuanya Karin adalah salah satu teman arisan Mama. Mungkin mertuanya Karin memang bangga sama Karin, tapi bisa aja itu terjadi karena dari awal anaknya udah ada hubungan sama Karin. Kadang apa yang kita lihat, kita nggak pernah tau apa yang sebenarnya ada di balik semua itu kan.”
Catherine memang merasa bersalah dan begitu berdosa, tapi ego rupanya masih begitu mendominasi dirinya. Catherine percaya bahwa keputusannya adalah yang terbaik untuk anaknya.
“Iya, Mama memang nggak pernah tau, Mah,” ucap Rey.
“Maksud kamu apa Rey?” tanya Catherine nampak tidak mengerti.
“Mama nggak pernah tau, tapi Mama selalu membuat asumsi sendiri. Karin perempuan yang terhormat dan dia nggak pernah selingkuh dari Rey, Mah. Karin dijebak malam itu,” Rey menjeda ucapannya, lelaki itu mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menunjukkan pada Catherine sebuah judul berita di layar ponsel itu.
Catherine membaca berita yang rupanya telah ramai menjadi perbincangan dan menuai ribuan komentar dari para pengguna internet. Selain itu, Rey juga menunjukkan karir Karin yang kini tengah sukses di dunia modelnya.
Meski sedang mengandung anak kedua, model cantik Karina Roland tetap menerima banyak tawaran job fashion show. Project yang paling bernilai tinggi miliknya adalah Paris Fashion Week yang akan diadakan Desember tahun ini.
Project PFW tersebut belum mendapat dikonfirmasi dari pihak Karina. Namun para penggemar Karina yang antusias, sangat berharap idola mereka dapat menghadiri pagelaran fashion ternama tersebut.
Usai membaca berita tersebut, Catherine kembali menyerahkan ponsel di tangannya kepada Rey. Sebelum Rey hendak menjalankan mobilnya, lelaki itu kembali mengatakan satu hal pada mamanya. “Mama hanya menilai seseorang dari apa yang terjadi dan bahkan belum bisa dipastikan kebenarannya. Rasanya itu nggak adil dan dalam pemikiran Rey, itu semua kurang benar, Mah. Karina adalah perempuan yang baik dan hebat, Mama sekarang udah tau kan. Jadi Rey pikir, pantas aja kalau mertuanya Karin sayang dan bangga banget sama dia.”
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷