Siapa Pemilik Sebenarnya?

Karin sampai di depan pintu apartemennya dan ia langsung membuka pintunya dengan menekan kode pada smart lock. Begitu pintunya terbuka, Karin mendapati sebuah high heels berwarna broken white di rak sepatu. Itu bukan sepatu miliknya, berarti ada seseorang lain di tempat ini. Pandangan Karin lantas tertuju pada sosok yang berada di ruang tamu. Bertemulah tatapannya dengan Shakina. Karin maupun Kina kemudian hanya saling menatap, sampai Kina akhirnya lebih dulu membuka suara, “Aryan lagi mandi, tadi dia ngajak aku ke sini.”

Karin pun hanya mengangguk sekilas. Setelah itu Karin melangkahkan kakinya menuju dapur, ia meletakkan tas belanjaan yang dibawanya di sana. Karin segera merapikan isi belanjaannya, meletakkan beberapa makanan ke lemari dan yang lainnya ke kulkas.

Saat Karin selesai dengan kegiatannya, matanya bertemu dengan Aryan yang baru saja turun dari lantai atas. Aryan telah mengenakan pakaian santainya dan rambutnya tampak setengah basah.

“Karin, maaf aku lupa bilang kalau aku bawa Kina ke sini,” ucap Aryan sambil berjalan menghampiri Karin.

Karin balas menatap Aryan seusia ia merapikan seluruh belanjaannya. “It’s oke, you can do it. Ini apartemen kamu, Aryan,” ujar Karin.

Karin lekas beranjak naik ke kamarnya, sementara Aryan menghampiri Kina di ruang tamu. Rupanya tidak lama berselang, Karin turun lagi ke bawah, tapi yang berbeda kini adalah perempuan itu telah mengganti stelannya dengan pakaian yang lebih santai.

Karin pun melangkah melewati Aryan dan Kina di ruang tamu menuju pintu. Aryan yang melihat itu segera menyusul langkah Karin. “Karin, kamu mau ke mana?” tanya Aryan sebelum tangan Karin meraih gagang pintu.

“Aku mau ke kafe yang ada di lantai bawah,” ujar Karin sembari mengulaskan senyum kecilnya. “Aku nggak mau ganggu kamu sama Kina. Aku pergi dulu.” Setelah mengatakannya, Karin lekas berbalik dari Aryan dan melangkahkan kakinya keluar dari apartemen.

Aryan masih berdiri di tempatnya ketika Kina berjalan menghampirinya. Kina memeluk pinggang Aryan dari belakang, lalu menyandarkan tubuhnya di punggung tegap Aryan.

You know what, Baby? I’m so happy today. Finally, we can spend our time together,” ujar Kina.

Aryan lantas berbalik untuk berhadapan dengan Kina. “Alright,” Aryan mengulaskan senyumnya yang kemudian segera dibalas oleh senyum cantik Kina. “It’s only about us right now,” sambung Aryan.

***

Karin kembali ke apartemen setelah Aryan mengabarinya bahwa Kina sudah tidak ada di sana. Fokus utama Aryan ketika Karin memasuki apartemen adalah sebuah bungkusan plastik yang kini dibawa Karin di tangannya.

Aryan berjalan mendekat pada Karin dan bertanya, “Kamu habis dari mana?”

Karin pun menunjukkan bungkusan di tangannya. “Dari kafe. Terus aku pengen martabak, yaudah aku beli.”

Usai mengatakannya, Karin pun berjalan melewati Aryan. Karin meletakkan bungkusan berisi martabak yang masih bersisa itu di meja makan.

Sebelum melangkah naik ke kamarnya, Karin kembali berbalik pada Aryan, “Kamu bisa bilang ke aku kalau lain kali Kina mau ke sini lagi.”

“Kamu mau pergi kemana lagi?” Aryan malah melempar pertanyaan balik ke karin.

Karin nampak berpikir sejenak. Kemudian tidak lama kemudian, ia kembali berujar, “Aku mau ke apartemenku. Ada kerjaan yang harus aku kerjain sama Dara di sana,” jelas Karin.

Aryan pun akhirnya mengangguki ucapan Karin. Setelah itu Karin segera melangkahkan kakinya menaiki tangga sampai akhirnya punggung itu hilang dari pandangan Aryan.

Sepeninggalan Karin dari hadapannya, Aryan pun didatangi oleh pemikiran yang tiba-tiba saja memenuhi hatinya. Aryan merasa kecil karena Rey yang justru memberikan perhatian tersebut pada Karin dan anaknya. Aryan merasa bahwa seharusnya posisi itu adalah miliknya. Hati Aryan mengatakan demikian, tapi pikiran logisnya masih mencoba untuk menampik hal tersebut. Pikirannya mengatakan bahwa seharusnya Aryan tidak mempermasalahkannya. Saat keinginan dan kebahagiaan Karin terpenuhi, dampak yang positif juga akan terjadi pada bayi di kandungannya. Bukankah memang itu yang selama ini Aryan inginkan?

***

Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸

Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕

Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷