Started Falling for You
Aryo mendapat tugas mengajarinya memasak mulai hari ini dan seterusnya. Tiara mengatakan setidaknya sampai Tiara bisa masak makanan kesukaan Aryo.
Sebenarnya, Aryo itu suka makanan apa saja, tapi terasa sulit bagi Tiara yang belum ahli memasak. Meski kata Tiara, gadis itu sering membantu bundanya di dapur, tapi tetap saja ia harus belajar dari orangnya langsung agar racikannya sesuai dengan selera Aryo.
Namun yang terjadi akhirnya Tiara mendapat tugas mencuci piring setelah nanti mereka selesai makan. Aryo mengambil alih teflon untuk melanjutkan memasak sarapan untuk mereka, setelah Tiara hampir saja membakar seisi dapurnya.
“Padahal tadi cuma kebesaran dikit apinya. Lo bisa lanjut ajarin gue masak, Aryo. Yaa ... boleh ya ...?” bujuk Tiara menunjukkan wajah memelasnya. Tiara masih ingin melanjutkan sesi les memasaknya bersama Aryo, tapi lelaki itu justru menyuruhnya duduk manis untuk menunggu makanannya siap. Rupanya Tiara tidak menyerah untuk meminta perhatian Aryo yang sedang fokus dengan kegiatan memasaknya itu.
“Nanti lo kenapa-napa,” ujar Aryo.
“Gue nggak bakal membakar rumah ini, Aryo.”
“Indeed. Tapi lo membahayakan diri lo sendiri, Ra. Kita berdua bisa ada dalam bahaya.”
“Oke-oke. Karena lo udah berjasa untuk perut gue di pagi ini, you can ask me for one wish. You can tell what you want.” Tiara mengekori Aryo yang membawa sepiring besar masakannya yang sudah siap ke meja makan.
“Permintaan gue cuma satu. Gimana kalau kita nggak langgar perjanjian yang udah kita sepakatin?”
“Kenapa? Bukannya dengan punya keturunan akan menguntungkan untuk posisi lo yang sekarang?”
“You’re right, Tiara.”
“Nah, keluarga lo menginginkan keturunan dari kita, kan?”
Aryo nampak berpikir sejenak, mereka duduk berhadapan setelah ia menarik kursi meja makan.
“Kita bakal cari cara biar mereka nggak cepet-cepet minta anak dari kita.”
“Sebelum kita cerai, bisa aja keluarga nuntut anak dari kita. Satu tahun bukan waktu yang sebentar. Kayak yang lo bilang sebelum kita nikah. Keluarga lo bisa aja minta lo nikah lagi, karena kalau sama gue, lo nggak akan mendapatkannya.” Tiara mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauk, lalu ia menaruhnya di hadapan Aryo.
“Kenapa lo bisa nyimpulin kayak gitu?” tanya Aryo dengan kerutan yang muncul di dahinya.
“Kalau nggak ada keturunan dalam keluarga, pilihan itu bisa diambil. Kalau gitu, lebih baik kita cerai lebih cepat aja, karena gue nggak bisa ngeliat itu dengan mata kepala gue, Aryo.”
“Why?”
Tiara menghela napas panjangnya.
“I have a reason. Like you said before, about the feeling. I can’t ignore my feeling to you. I break the rules, because I started falling for you,” ujar Tiara sambil menatap tepat kedalam mata Aryo.
***
“Kita akhiri rapat hari ini, kalian bisa istirahat.” Aryo mengakhiri rapat yang dipimpin olehnya dan beberapa karyawan yang ikut rapat satu persatu mulai meninggalkan ruangan. Pria itu mengecek Rolex di pergelangan tangannya ; memperkirakan sisa waktu yang dimilikinya sebelum jadwal berikutnya.
“Ram, tolong cek jadwal gue setelah makan siang nanti,” ucap Aryo pada asistennya ketika mereka keluar dari ruang rapat.
“Jadwal lo habis makan siang adalah menghadiri acara seminar sebagai pembicara.”
“Oke, tolong siapin mobil buat gue ke sana.”
“Siap Bos,” ujar Rama diiringi anggukan.
***
Hari ini jadwal Aryo cukup padat dan banyak yang harus ia lakukan di kantor. Sebagai kandidat presiden direktur yang selanjutnya, mau tidak mau, pria itu harus bekerja dua kali lipat menjelang hari pemilihan. Ada dua kandidat, yakni dirinya dan sepupu laki-lakinya, Elnino. Ketika terlahir di keluarga ini, Aryo tahu apa yang harus ia lakukan untuk masa depannya. Bersaing dengan sepupunya sendiri, termasuk salah satu yang harus ia hadapi.
Aryo jadi ingat kalimat Tiara tentang adanya anak dalam pernikahan mereka. Soal gadis itu yang mengungkapkan perasaan padanya dan tidak meminta cerai lebih cepat kalau ia memilik mengikuti jejak eyang kakung.
Sepupunya yang merupakan rivalnya sudah memiliki dua orang anak terlebih anak pertamanya yang kira-kira seumuran Kelvin, adalah laki-laki. Kemungkinanm sepupunya yang akan menang mendapatkan jabatan presdir, karena posisinya yang lebih kuat dibanding dirinya.
Pintu ruangannya di ketuk dan nampak asistennya muncul disana.
“Bro, mobil lo udah siap.”
“Oke.”
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷