The Clingey Husband : Edisi Menunggu Istri Makeup
Ini pukul 5 pagi di hari perayaan kelulusan kuliahnya. Tiara sudah bangun dan duduk di hadapan kaca besar untuk di makeup.
Hanna, makeup artist yang merias Tiara memerhatikan paras kliennya hari ini, “Bumil cantik banget, auranya beda ya,” ucapnya.
Tiara lantas mengulaskan senyumnya, ia menatap pantulan dirinya di kaca. “Mbak, aku request lipstick-nya warna nude bisa ya Mbak?”
“Bisa, tenang aja,” sahut Mbak Hanna.
Di tengah-tengah kegiatan makeup tersebut, Tiara mendapati Aryo menghampirinya. Suaminya itu sudah mandi, tapi masih mengenakan kaus oblong hitam.
“Kamu ngapain liatin aku makeup?” ujar Tiara tanpa menoleh ke Aryo. Tangan Tiara yang ada di pangkuannya, di raih oleh Aryo dan digenggam ringan.
“Aryo?” ujar Tiara lagi ketika Aryo hanya diam saja. “Kamu masih ngantuk kan? Tidur aja dulu lagi. Acaranya kan jam 8,” sambungnya.
“Kamu makeup-nya masih lama?” tanya Aryo.
“Tanya nih sama Mbak Hanna, masih lama kan ya, Mbak? Orang baru pakai foundation,” jawab Tiara.
“Iyaa, masih lumayan lama. 2 jam lagi lah kira-kira,” ujar Mbak Hanna sambil mengulaskan senyumnya. Ia memerhatikan dua sejoli di hadapannya yang menurutnya lucu juga.
“Aku mau di sini aja nungguin kamu,” ucap Aryo.
“Mbak Hanna, sering nemuin klien yang kaya gini Mbak?” gurau Tiara yang justru menghiraukan Aryo.
“Lumayan langka yaa, ditunguin makeup. Tapi Masnya nggak papa lho kalau mau nungguin istrinya,” sahut Mbak Hanna.
Setelah satu jam berselang, Tiara sungguhan meminta Aryo untuk kembali ke kamar. Selama Aryo menungguinya, suaminya itu mengajaknya mengobrol terus dan sesekali mengeluarkan jokes-nya. Tiara aproved sebagian itu lucu, jadi ia menahan tawanya, takut-takut makeup-nya jadi hancur karena ia tertawa.
Akhirnya Aryo menurut padanya setelah dibujuk. Tiara kadang masih heran, kelakuan suaminya itu memang lumayan ajaib dan suka semaunya.
“Mbak, ini udah mau selesai ya?” tanya Tiara.
“Tinggal pakai lipstick ya. Udah selesai kok.”
“Oke. Makeupnya bagus banget Mbak, makasih ya,” ucap Tiara.
“Sama-sama. Saya bingung lho dandanin bumil cantik, takut nggak panglingi makeupnya.”
“Iya, cantik banget ya Mbak istri saya,” celetuk sebuah suara dan Tiara tahu itu adalah suara suaminya. Tiara menoleh setelah Mbak Hanna mengaplikasikan lipstick di bibirnya. Benar saja, ia mendapati Aryo di sana telah rapi dengan stelan tuxedo hitamnya. Rambutnya di hair style model up hair, sehingga menampakkan keningnya. Penampilan Aryo yang seperti ini, membuat Tiara terpesona.
Senyum tidak pudar dari bibir Tiara, ia mengarahkan tangannya merapikan sedikit kerah kemeja Aryo.
“Aduh, gantengnya,” celetuk Tiara.
Aryo balas menatap Tiara, ia menaikkan sebelah alisnya dan sedikit menggigit bibir bawahnya.
“Udah ah. Aku ganti baju dulu ya.”
“Hmm,” gumam Aryo. “Kita telat nanti Sayang, kalau kamu liatin aku terus gini.”
“Nggak ramah buat jantung, bintang satu buat kamu.”
“Lho, kirain bintang 5. Aku udah ganteng gini.”
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷