The Test
Ini sudah sepekan berlalu sejak acara fashion parade di Singapore. Dari kecurigaan yang Karin ungkapkan kepada Aryan, keduanya akhirnya berencana untuk melakukan suatu tes. Mereka akan berkencan malam ini, tepat sekali di malam minggu. Ide ini Aryan yang mengungkapkannya untuk pertama kali. Memang di awal terdengar sedikit aneh, tapi Aryan punya tujuan dari rencananya tersebut. Sebuah restoran grill dan barbeque pun menjadi pilihan keduanya. Mereka akan makan malam bersama dan menjalankan akting sesuai dengan rencana yang sudah dirancang sebelumnya.
“Kak, kamu yakin tes ini bisa berhasil?” tanya Karin begitu di hadapannya dan Aryan tersaji berbagai hidangan daging yang siap untuk dipanggang sendiri.
Aryan terlihat mengambil satu jenis daging yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Karin, lelaki itu akan memanggangnya.
“Kemungkinan berhasilnya delapan puluh persen. Aku tau Kina orang yang seperti apa,” ujar Aryan.
Karin pun mengulaskan senyumnya sekilas. “Alright,” ujar Karin sembari menuangkan minuman di gelasnya dan kemudian melakukan hal yang sama pada gelas milik Aryan.
Beberapa menit berlalu, daging yang dipanggang oleh Aryan pun telah matang. Aryan lekas mengasurkan daging itu ke piring milik Karin, lalu melakukannya juga ke piring miliknya. Keduanya pun menikmati makanan dengan tenang. Karin makan dengan lahap dan lumayan banyak, matanya nampak berbinar ketika merasakan daging lembut dan nikmati yang tengah disantapnya.
“Kak, soal yang di Singapore kemarin, aku akan ceritain ke kamu detail yang aku denger,” ujar Karin setelah beberapa menit mereka menyantap makanan. Beberapa piring kecil yang sebelumnya berisi daging kini sedikit lagi hampir tandas.
“Kamu makan aja dulu, Karin,” ucap Aryan sambil tertawa pelan. “Habis kita makan, kamu bisa cerita ke aku.”
***
Karin mengatakan bahwa perutnya terasa sangat kenyang. Beberapa bulan yang lalu sejak tahu dirinya hamil, Karin tidak bisa makan daging kesukaannya. Sekarang saat rasa mualnya sudah berangsur berkurang di usia 12 minggu kandungannya, Karin dapat kembali menikmati makanan kesukaannya itu.
Karin menjadi kalap makan tadi, hingga kini mereka memutuskan untuk berjalan di alun-alun kota. Karin mengatakan pada Aryan bahwa dengan berjalan biasanya makanannya akan cepat turun dan begah di perutnya akan menghilang.
“Karin,” ujar Aryan yang membuat langkah Karin terhenti.
Karin mengalihkan atensinya dari pemandangan gedung dan lampu kota Jakarta kepada Aryan yang berada di sampingnya.
“Kenapa Kak?”
“Kamu mau foto di sini? Lampunya bagus untuk jadi background,” ucap Aryan.
Karin pun menorehkan pandangannya pada lampu yang ditunjuk oleh Aryan, yang berada tepat di belakangnya. “Boleh. Kamu fotoin yang bagus ya,” putus Karin kemudian.
Sesi berfoto itu pun berlangsung dengan Karin yang berpose candid. Latar di belakangnya adalah lampu-lampu kota yang memiliki perpaduan warna yang nampak begitu cantik. Setelah beberapa kali mengambil foto, Karin mengatakan bahwa hasil jepretan yang Aryan ambil lumayan bagus.
“Kak, gantian aku fotoin kamu ya?” ujar Karin.
“Mau ngapain kamu foto aku?”
Karin pun nampak berpikir, alisnya sedikit menyatu. “Buat bahan tes kita malam ini dong, Kak. Nanti aku upload di Instagram story. Kita harus buat beberapa dokumentasi, Kak. Nggak cukup satu.”
“Alright. Kamu bisa fotoin aku.” Aryan akhirnya menyetujui ide tersebut.
***
Saat hari mulai beranjak semakin malam, Aryan dan Karin memutuskan untuk pulang. Mereka berada di dalam mobil dengan mesin yang dinyalakan dan baru saja menghabiskan dua mangkuk es buah yang dibeli di dekat alun-alun. Karin yang memintanya dan Aryan menurutinya. Karin mengatakan kalau dirinya merasa kembali lapar, akhirnya Aryan mengikuti Karin dan mereka berakhir menikmati es buah di dalam mobil.
“Aku nggak sengaja dengar info itu dari beberapa teman model lainnya. Di industri ini, hal kayak gitu memang udah lumrah. Apalagi kalau seseorang punya privilege tersebut, kecil kemungkinan untuk dia nggak menggunakan kesempatan itu. Selain itu, dua hari lalu aku dapat info dari Fannia, PR Clairs Beauty yang bersedia membantu kita cari tau soal Arumi,” cerita Karin. Aryan belum menjalankan mobilnya, mesin hanya dinyalakan dan Karin berkata bahwa akan menceritakan detail kejadiannya.
“Fannia bilang apa ke kamu?”
Karin mengubah posisi duduknya sedikit untuk sepenuhnya menghadap Aryan. “Jadi sebelum Clairs dealing sama aku buat project di Bali, ada model yang menginginkan job itu. Aku nggak tau mekanismenya gimana, tapi akhirnya Clairs dealing-nya sama aku. Model yang mengincar project itu adalah Kina.”
Aryan pun berusaha menyambungkan benang-benang merah untuk dapat jawaban dari kejadian ini. Sebagian fakta yang telah terungkap, memang membuat panahnya mengarah pada Kina.
“Waktu itu ada seminar bisnis perusahaan papa di Bali dan aku diminta untuk datang ke sana,” ucap Aryan. Ini lah awal mula mengapa dirinya bisa pergi ke Bali bersamaan dengan Kina. “Kina bilang mau nyusul, karena dia juga ada kerjaan di Bali waktu itu. Orang yang punya akses untuk ke kamar aku, cuma Kina. Siangnya Kina minta duplikat key card kamar hotelku. Aku baru ketemu sama Kina malamnya, setelah acara seminar,” ujar Aryan panjang lebar.
“Kalau emang cuma Kina yang punya akses ke kamar kamu, kira-kira apa motif dia ngelakuin semua itu?” ujar Karin lebih ke sebuah pertanyaan yang terdengar sangat abu-abu.
Aryan menghembuskan napasnya panjang. Pegangan satu tangannya di kemudi mobil pun tiba-tiba mengerat. Tidak terpikirkan sedikit pun di dalam benaknya, kalau Kina adalah pelaku di balik kejadian antara dirinya dan Karin di Bali. Itu terasa tidak mungkin, tapi fakta yang dikatakan oleh beberapa saksi teman sejawat Karin, semakin menguatkan semua dugaan tersebut.
Ada potensi kuat penyebab Kina melakukannya adalah karena rasa persaingan di dalam pekerjaan. Antara Karin dan Kina, yang mungkin selama ini Karin hanya menganggapnya hal biasa, tidak menutup kemungkinan bahwa timbul rasa cemburu. Perasaan tersebut yang akhirnya dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu yang bahkan di luar nalar manusia sekali pun.
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷