Kunjungan Penuh Haru
Sebuah Pajero hitam terparkir bersamaan dengan mobil lainnya, di sebuah parkiran milik pemakaman. Langit sore yang terlihat dari kaca mobil nampak sedikit mendung, mungkin sebentar lagi hujan akan turun.
Aryo melirik bucket bunga lili putih yang berada di pangkuan Tiara. “Such a beautiful flower,” ujarnya.

“Iya, Bunda suka banget sama bunga lili putih. Tadi perjalanan ke sini aku hampir aja lupa, untung kamu ingetin,” ucap Tiara.
“Mau turun sekarang?” tanya Aryo dan Tiara menjawabnya dengan anggukan kecil. Egha yang mendengar percakapan atasannya tersebut. lekas mematikan mesin mobilnya.
“Egha, saya minta tolong ya. Nanti kalau hujan, samperin saya dan Tiara sambil bawa payung ya,” ujar Aryo pada Egha sebelum ia dan Tiara turun dari mobil.
Mereka berjalan bersisian memasuki area pemakaman, Aryo menggenggam tangan Tiara menggunakan satu tangannya. Aryo mengikuti langkah Tiara menuju pusara ayah dan bundanya.
Setelah melewati dua buah belokan, mereka pun sampai di dua makam dengan batu nisan granit berwarna hitam yang nampak kembar. Di sana dua sejoli disandingkan bersama di kehidupan baru.
Aryo memerhatikan nisan di hadapannya. Di bawah tanda salib dan ukiran kata Rest In Peace di batu itu, tertulis nama Erlangga Sinaga dan di sebelahnya tertulis Clarissa Laura Manopo.
Dengan perlahan, Tiara menumpu tubuhnya menggunakan kedua pahanya di atas tanah. Kemudian Tiara meletakkan bucket bunga lili putih yang ia bawa di antara dua pusara itu. Aryo mengikuti apa yang dilakukan oleh Tiara.
“Ayah, bunda,” Tiara menjeda ucapannya. Ia mengarahkan tangannya untuk mengusap batu nisan Erlangga dan Clarissa bergantian. Sebelum tangannya menjauh dari sana, Aryo menaruh tangannya di atas tangan Tiara.
“Hari ini Michelle datang karena ingin mengenalkan seseorang sama kalian,” Tiara menoleh ke samping sejenak, ia menatap Aryo dan sebuah senyum tercetak di wajahnya.
“Dia suami Michelle. Dia partner hidup Michelle,” ucap Tiara. Dari nada suara Tiara, Aryo dapat merasakan perasaan sedih sekaligus bahagia yang bercampur menjadi satu.
“Halo, ayah, dunda,” ucap Aryo. “Maaf, baru tau soal Ayah dan Bunda beberapa waktu belakangan. Aryo tau, kata maaf mungkin nggak akan bisa mengembalikan Ayah dan Bunda ke dunia ini. Maaf juga, atas perbuatan yang dilakukan seseorang sebelas tahun lalu,” lanjut Aryo. Pria itu menunduk, menatap rumput pendek di bawahnya dan membiarkan air matanya tumpah begitu saja.
“Ayah punya bukti itu, tapi beliau memilih nggak melaporkannya. Karena ayah tau, itu bisa mengancam keselamatan aku,” ujar Tiara. Di dalam rekaman suara yakni bukti pertama, Erlangga mengatakan ia ingin berkorban dan hanya memikirkan keselamatan orang yang ia sayangi, hingga tidak sempat berpikir untuk membalas perbuatan Reynaldi.
Tiara menoleh ke sampingnya, ia mendapati Aryo mengangkat wajahnya dan mata pria itu nampak memerah. “Ayah, Aryo udah dengar rekaman suara itu. Ayah mau ada seseorang yang melindungi Michelle, menggantikan tugas Ayah. Ayah nggak perlu khawatir saat ini, Aryo akan melakukan semua tugas itu,” terang Aryo.
Sepasang mata Tiara tidak lepas sejak Aryo mengatakan kalimatnya hingga selesai. Air matanya pun luruh dari kedua pelupuk matanya.
“Dulu Ayah selalu penasaran sama seseorang yang akan jadi menantunya. He said he will be a selective. He always want the best for me. He want make sure every detail about someone who will marry his girl,” Tiara mengusap air matanya yang terus menerus meluncur. “Ayah, sekarang Tiara sudah menemukan orang itu. He's the best for me. He likes to spoil me and made me feel comfort. Everyday I spent my times with him, I feel so loved, truly,” tutur Tiara.
Aryo telah melengkapi hidupnya dan mengajarkannya banyak hal tentang mencintai dan dicintai. Aryo adalah afeksi yang dikirim takdir untuk mengobati luka belasan tahun di hati Tiara, menjaganya, dan rela berjuang untuknya. Apapun itu, cinta akan rela melewatinya walaupun harus sakit dan berdarah. Aryo dan Tiara telah menemukan satu sama lain untuk saling melengkapi.
“Michelle ikhlas sepenuhnya untuk ayah dan bunda. Meskipun setiap hari, Michelle akan selalu kangen sama kalian. Tapi Michelle yakin, hati Michelle udah ikhlas. Ayah, bunda, nggak hanya Aryo yang sudah melengkapi hidup Michelle. Ada satu manusia kecil di perut Michelle yang semakin melengkapi kebahagiaan itu. Michelle sama Aryo nggak sabar menunggu dia lahir. Ohiya, selamat yaa, kalian sebentar lagi akan punya cucu,” ujar Tiara. Detik berikutnya, ia merasakan Aryo memeluknya dari samping.
Aryo menghela napasnya lalu menghembuskannya. “Ayah, Bunda, terima kasih ya. Terima kasih karena kalian sudah melahirkan Michelle ke dunia ini. She's such a best give for me. She turn me into a better person an I'm so lucky to met her,” ungkap Aryo.
Gerimis perlahan turun, menyapa permukaan kulit Aryo dan Tiara. Agar tidak kehujanan, keduanya akhirnya memutuskan untuk berpamitan pulang. Mereka mengatakan akan datang kembali di kemudian hari. Mungkin kedatangan selanjutnya, mereka tidak lagi berdua, tapi bertiga.
Hujan turun dengan lumayan cepat diluar perkiraan, membuat Aryo melepas jaket yang dikenakannya untuk melindungi Tiara dari air hujan. Sebelum mereka melangkah semakin jauh, Egha menghampiri kedua majikannya dan menyerahkan satu payung di tangannya.
Di sore hari di bawah langit gelap dan rintikan hujan, Aryo menghela Tiara untuk mendekat padanya. Satu tangan Aryo memeluk Tiara dari samping dan satunya lagi memegang payung untuk melindungi mereka berdua.
“Aryo,” ujar Tiara sambil mendongak menatap Aryo dari samping. Masih beberapa langkah lagi untuk mereka sampai di parkiran mobil.
“Iya Ra?” Aryo mengeraskan suaranya di tengah suara deru rintik hujan.
“Kamu adalah seseorang yang ayah harapkan untuk menggantikan tugasnya di hidup aku. Ayah pasti bahagia punya kamu sebagai menantunya. Makasih ya karena kamu udah hadir,” ujar Tiara.
***
Terima kasih telah membaca Emergency Married 💍
Berikan feedback berupa like, reply, hit me on cc, atau boleh juga dm aku ya. Aku menerima kritik dan saran yang membangun. Kalau ingin curhat apapun dan tanya-tanya juga boleh kok~
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🌷




