Sosok Pelaku Dibalik Kejadian
Selama dalam perjalanan pulang, Dara tidak mendapat banyak penjelasan dari Karin. Karin hanya mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mendorong Kina. Kejadian yang terlihat nyatanya bukan seperti itu.
Karin pun tidak bisa menjelaskan pada Dara tentang hatinya yang sakit begitu Aryan pergi bersama Kina dan hanya meninggalkan tatapan kecewa pada Karin.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Karin berada di ruang tamu, ia menunggu Aryan untuk kembali. Namun kenyataan seperti terasa menampar Karin. Ia lekas bertanya pada dirinya sendiri, kenapa rasanya sesakit ini? Kenapa ia harus mengharapkan Aryan kembali? Kina jelas punya posisi yang lebih tinggi darinya di hidup Aryan. Sementara Karin? Karin pun tidak merasa bahwa Aryan perlu mempercayai penjelasannya.
Karin tidak dapat lagi membendung air matanya. Perempuann itu terisak, mengeluarkan semua rasa perih dan kesalnya yang kini terasa menjadi satu. Aryan … kenapa lelaki itu dapat membuatnya sesakit ini?
***
Pagi harinya sekitar pukul delapan, Aryan baru kembali ke apartemennya. Semalam Kina meminta untuk ditemani, sehingga Aryan memutuskan tinggal malam itu di rumah Kina.
Begitu Aryan sampai, ia tidak menemukan Karin di setiap penjuru apertemen. Setelah mengecek ponselnya dan tidak menemukan pesan apa pun dari Karin, Aryan segera melangkahkan kakinya ke lantai atas.
Aryan membuka lemari pakaian dan menemukan sebagian pakaian Karin telah tiada dari sana. Sebuah koper di atas lemari yang biasa ada di sana, tidak juga Aryan temukan. Aryan pun mencoba untuk menghubungi Karin, tapi ia tidak mendapat jawaban apa pun.
Begitu Aryan akan melangkahkan kakinya turun ke lantai bawah, sebuah telfon masuk ke ponselnya menahannya. Itu adalah telfon dari papanya. Aryan pun lekas mengangkatnya dan mendengarkan semua yang papanya ucapkan dengan seksama.
“Oke Pah, Aryan ke sana sekarang ya,” ucap Aryan setelah papanya selesai berbicara. Sambungan telfon pun di akhiri dan Aryan bergegas keluar dari apartemennya sambil membawa kunci mobilnya.
Barusan melalui telfon, papanya mengatakan bahwa orang suruhannya telah menemukan dalang di balik kejadian di Bali. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil mendapatkan orang suruhan di balik kejadian yang menimpa Aryan dan Karin malam itu.
***
Aryan menatap perempuan di hadapannya dengan tatapan datar dan dinginnya. Bagaimana tidak, sesaat lagi Aryan akan mendengarkan secara langsung dari perempuan itu mengenai apa yang terjadi di Bali. Perempun berambut sebahu di depannya ini adalah sosok yang telah membawa Karin ke kamarnya malam itu.
Air muka Aryan nampak memerah karena menahan amarah, rahangnya pun terlihat mengeras. Rama, kepala bodyguard papanya yang mengamati hal tersebut, berusaha mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
“Indira, silakan kamu jelaskan pada Aryan soal kejadian itu. Saya minta kamu mengatakan selengkap-lengkapnya, tanpa ada yang kamu tutupi,” ujar Rama.
Aryan nampak asing mendengar nama yang Rama sebutkan barusan, terlihat sebuah kerutan di kening lelaki itu. Aryan pun mengalihkan tatapannya pada orang kepercayaan papanya itu. “Om, dia bukannya Arumi? Terus Arumi Lestari itu siapa?” tanya Aryan.
“Kamu dengarkan dulu penjelasannya, Aryan. Indira, silakan,” ujar Aryo menjawab pertanyaan yang dilontarkan Aryan. Papanya itu melayangkan tatapan tegasnya pada Aryan, meminta Aryan untuk bersabar dan mendengarkan penjelasan dari Indira.
Indira kini mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk. Ia mendapati Aryan menatapnya dingin dan kilatan di matanya sangat menggambarkan sebuah amarah. Tania berdeham sekilas, sebelum akhirnya perempuan itu berani membuka suaranya, “Kejadian di Bali waktu itu, semuanya direncanakan. Saya diminta seseorang untuk melakukannya.”
“Siapa orang yang nyuruh kamu?” tanya Aryan.
“Orang yang nyuruh saya ingin menjatuhkan Karina dengan cara menjebaknya untuk tidur dengan pria lain. Tapi rencana malam itu nggak sepenuhnya berhasil.”
Aryan menghembuskan napasnya kasar. Apa yang barusan diucapkan Indira benar-benar membuatnya kehilangan kata-kata. Rupanya Indira juga adalah orang yang mencampur minuman Karin dengan obat perangsang. Rencana sudah disusun, tapi kenyataannya tidak semulus yang diharapkan.
“Rencananya nggak berhasil karena seharusnya bukan kamu laki-laki yang terjebak dengan Karin malam itu. Setelah membawa Karin ke sana, ternyata ada satu kesalahan. Key card yang diberikan Shakina salah, jadi Karin malah pergi ke kamar kamu.”
Saat Aryan melayangkan tatapan menghunusnya ke arah Indira, perempuan berusia 25 tahun itu nampak ketakutan. Aryo dan Rama pun segera menahan Aryan yang hendak menghampiri Indira dan mencegah sesuatu yang mungkin bisa saja terjadi.
“Aryan, kamu tenang dulu. Kasih waktu untuk Indira jelasin sampai selesai,” ujar Aryo.
“Apa maksud kamu membawa nama Shakina?” ucap Aryan dengan nadanya yang terdengar sedikit bergetar.
Aryan kembali duduk di bangkunya setelah ditenangkan oleh Aryo dan Rama. Aryan menghela napasnya dan menghembuskannya secara kasar, tatapannya kini kembali menatap Indira dengan intens.
Beberapa detik setelahnya, Indira pun kembali berujar, “Shakina menginginkan project Clairs Beauty di Bali waktu itu. Tapi karena Karin yang akhirnya mendapatkan project itu, Kina meminta saya untuk menjebak Karin. Saya nggak punya pilihan, saya butuh uang dan jumlah yang Kina tawarkan sangat cukup untuk biaya berobat ibu saya di rumah sakit. Saya terpaksa menerima pekerjaan itu.”
Indira melakukannya karena ingin mendapatkan uang dari orang yang menyuruhnya, yakni Shakina. Arumi Lestari yang merupakan ibu dari Indira, beliau harus menjalani pengobatan di rumah sakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal tersebut yang mendasari Indira menerima tawaran yang diajukan kepadanya.
“Saat Shakina tau Karin hamil, dia semakin membenci Karin. Karin mengandung anak pacarnya sendiri, Kina menyalahkan semua yang telah terjadi,” jelas Indira lagi.
Soal rumor perselingkuhan Aryan dan Karin di internet, Indira menjelaskan bahwa Kina sengaja merekayasa rumor tersebut untuk membuat seolah Karinlah yang bersalah. Kina ingin isu yang tersebar adalah Karin yang merebut kekasihnya sampai berujung dirinya mengandung anak dari pacar orang lain.
Aryan terlihat memejamkan matanya sejenak. Rasanya beribu tamparan kini seperti menghujam dirinya. Aryan tidak dapat berpikir dengan jernih. Fakta yang terungkap barusan berhasil membuatnya malu terhadap dirinya sendiri. Aryan tidak dapat memikirkan bagaimana jika Karin mengetahui semuanya, mungkin perempuan itu akan jauh lebih sakit ketimbang dirinya sekarang.
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷


