Groceries Shopping & Stay Cation
Hari ini merupakan hari Sabtu yang cerah. Biasanya pada hari tersebut rutinitas untuk sekolah, berkuliah, maupun bekerja bagi sebagian orang diliburkan. Namun itu hanya terjadi bagi mayoritas orang yang bekerja di perusahaan, di mana sudah memiliki jam kerjanya masing-masing.
Berbeda dengan orang yang bekerja sebagai freelancer. Jam kerja yang tidak dapat diprediksi, membuat seorang freelancer terkadang merasa tidak memiliki waktu untuk libur. Setelah 2 tahun berkecimpung sebagai freelancer di dunia dan beauty influencer, Karin pun lama-lama terbiasa dengan segala yang harus dijalaninya.
Seperti saat ini yang terjadi. Karin masih berada di ruang tamu sejak satu jam yang lalu, dengan beberapa produk kecantikan yang harus ia promosikan di Instagram story-nya. Terlihatnya pekerjaannya ini mudah, tapi siapa sangka, Karin harus mengulang berkali-kali take untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan pastinya harus sesuai dengan brief yang diberikan oleh brand.
Katika Karin menyadari kehadiran Aryan di sampingnya, Karin pun menjeda kegiatannya dan menoleh pada Aryan.
“Satu kali take lagi, Kak. Ini tanggung. Habis ini aku sarapan, janji,” ucap Karin sambil menatap Aryan dengan mata memohonnya.
Aryan pun menganggukkan kepala dan Karin kembali melakukan take untuk pembuatan Instagram story. Aryan meninggalkan Karin di sana supaya Karin dapat fokus menyelesaikan pekerjaannya.
Sekitar 20 menit berselang, Karin pun selesai melakukan take videonya. Karin juga sudah mengunggahnya dan mencantumkan tulisan serta memberi tagar ke brand Instagram yang bekerja sama dengannya.
“Akhirnya, selesai juga,” ucap Karin sambil menghembuskan napas leganya. Karin pun bergegas membersihkan barang-barang endorse itu ke dalam satu kotak dan meletakkannya di pojok dekat sofa.
Setelah beres dengan semuanya, Karin melangkah ke dapur ia mendapati Aryan dengan rambut setengah basahnya dan sebuah handuk kecil di tangannya.
“Kak, hari ini kita jadi belanja bulanan?” tanya Karin setelah menelan gigitan pertama sandwich di tangannya. Pagi ini Aryan yang membuat sarapan untuk mereka berdua. Aryan telah belajar untuk melakukannya. Aryan mengatakan pada Karin bahwa hampir seumur hidupnya ia tidak pernah memasak sendiri. Di rumahnya terdapat asisten yang selalu sedia menyiapkan makanan dan Aryan hanya tinggal menikmati semua fasilitas tersebut.
“Jadi. Nanti siang kita ke supermarket ya,” ujar Aryan.
“Oke.”
Karin mengamati Aryan menarik kursi meja makan di hadapannya dan duduk di sana. Kemudian lelaki itu bertanya padanya, “Gimana rasanya?”
“Hmmm,” Karin nampak menimang sejenak. “Enak. Masih ada lagi nggak Kak? Aku mau lagi,” cicit Karin disertai cengiran kecilnya. Satu tangkup sandwich rupanya tidak cukup untuk mengisi perutnya.
“Aku buatin satu lagi untuk kamu ya,” ucap Aryan sebelum lelaki itu beranjak dari duduknya.
***

Karin menatap puas ke arah kulkas yang kini telah terisi dengan berbagai bahan makanan, minuman, dan juga buah-buahan. Karin telah menatanya beberapa saat yang lalu. Aryan juga telah membantunya, mereka membagi pekerjaan untuk merapikan belanjaan.
Karin memasukkan bahan hasil belanjaan ke dalam kulkas, sementara Aryan menaruh beberapa camilan di lemari penyimpanan makanan. Selesai dengan tugasnya, Aryan pun menghampiri Karin dan mengambil sebuah jeruk, tepat sesaat sebelum Karin menutup kulkasnya.
Aryan mengupasnya jeruknya, lalu memakannya satu buah. Kemudian ia mengambil yang lainnya dan menyodorkannya pada Karin. Karin memandang Aryan sesaat, sebelum akhirnya ia mendekatkan diri dan menerima suapan jeruk itu.
“Karin,” ujar Aryan usai ia mengunyah jeruknya.
“Ya?”
“Besok aku ada janji sama Kina untuk pergi nginep berdua,” ucap Aryan.
Tidak lama kemudian, Karin pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Aryan barusan.
“Aku cuma mau mastiin, kamu nggak papa aku tinggal di apart sendiri?” tanya Aryan.
“Nggak papa, Kak. It's totally fine. Kamu berapa hari nginepnya?”
“Dua hari.”
“Alright. Nanti aku ajak Nayna nginep. Kemarin soalnya Nayna bilang mau main ke sini.”
Aryan lantas menganggukkan kepalanya, “Sure. Kamu bisa ajak Nayna ke sini buat temenin kamu.”
***
Terima kasih telah membaca Paradise Between Us 🌸
Berikan dukungan untuk Paradise Between Us supaya bisa lebih baik lagi kedepannya yaa. Support apapun dari kalian sangat berarti untuk author dan karyanya 💕
Semoga kamu enjoy sama ceritanya yaa, see you at next part!! 🍷
